13. MALAM PERTAMA

52.6K 730 57
                                    

"Cakra, tolong bukakan bajuku," pinta Cahaya bukan modus melainkan memang keadaannya yang rumit.

"Lepas sendiri," tolak Cakra secara halus.

"Cakra kita sudah menikah!"
"Terpaksa iya kan? Aku tidak sudi menyentuh barang yang sudah dijamah," balas Cakra.

"Lalu? Kenapa kau memaksaku menikah waktu itu ha! Kau anggap pernikahan ini apa?! Dasar memalukan!"

"Kau yang seharusnya malu!" ucapnya sambil menampilkan vidio yang cakra putar. Vidio tersebut gelap dan hanya suara saja yang dapat didengar.

"ahhh shhh Yesss ahh lebih cepat bby. I wana cum! Ahh yesss ouchh iyaa disitu."

"Ahhh Cahaya shhh nikmat ahhhhh,"

"Hmmmm ahhh,"

Plok plok plok

"ahhh ahh ahhh ahh faster ahh ahhh oiuu Bintaraahh ahh shhh,"

"Ini dirimu kan?" tuduh Cakra.

"Apa? Kau gila? Kau tidak bisa membedakan Suara itu milikku,"

"B I N T A R A mantan suamimu, kau baru bermain kemarin malam bukan? Ayolah Cahaya aku sudah mengizinkanmu sebagai pasangan potret orang lain. Kenapa kau begini?"

"Cakra itu bukan suarakuu aku jamin ituu . Aku akuu hmm aku tidak pernah seerotis ituu Cakra!"

Cakra mengalah pria dingin dan pendiam itu memilih keluar dengan rasa kecewa. Sedangkan Cahaya mencari cara agar Cakra percaya padanya.

"Bintara, "
Mode rekam

"hei, bagaimana kabarmu? Dan suamimu"

"apa yang kau lakukan ... Kita sudah berakhir! Untuk apa menggangguku"

"mengganggu apa maksudmu? Sayang hm?"

"kau yang mengirim vidio itu dan ituu, itu bukan suaraku Bintara"

"I know , suara itu milik kiara lima bulan yang lalu saat bercinta denganku, dan setelah itu kau meninggalkanku,"

"Sadar Bintaaa astagaaaa. Saat itu aku masih istrimu! Masih istrimu! Kau yang bermain . Sekarang kumoho. Lepaskan aku!"

"Jika itu yang kau mau kemarilah bermmalam bersamaku semalam saja."

"

Aku tidak sudi!"

-----

Cahaya mendekati Cakra,"Cakra," sambil menyentuh bahu cakra.

"Jika kau ingin mengakitiku. pergilah," ucap Cakra menatap lampu taman.

"Cakra ini hidup baru, aku memulainya denganmu," Cahaya sambil menangkap wajah suaminya.

"Kau memulainya dengan pria lain,"

Cahaya menarik nafasnya panjang," bagaimana aku bisa membuktikannya padamu,"

"Aku permisi banyak urusan," ucapnya melengang pergi.

"Cakraaa, cakraa! Dengarkan aku!"

"DENGAR KAN AKU ISTRIMU!

Cakra berhenti dia mematung di tempat. Ini harapannya Cahaya menjadi istrinya. Sejak SMP dia sudah memikirkannya.

Cahaya mendekat dengan sedikit berlari berharap drees nya tidak menjadi masalah. "Tanyakan sekali saja apa yang kau mau Cakra, aku bingung,"

STARLIGHTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang