[9] it Turns out You

114 100 81
                                    

🎉 Happy Reading 🎉
Typo bertebaran, sangat!




















???








Hyung, apakah dongsaeng kita sudah resmi?" Tanya Jimin pada Namjoon yang sedang terdiam.

Namjoon mengangguk pelan sambil memasang wajah datar. Mulut Jimin membulat.

"Sejak kapan?" Tanya Jimin lagi dengan begitu polosnya.

Namjoon menghela nafas panjang seraya menegakkan duduknya, "Aigo! Sejak Kita bertemu dengan mereka juga, mereka sudah resmi."

"Mwo?! Kok Aku tak tau?!"

"Kau ini, selalu sibuk dengan ponselmu. Jadi, tak tau berita sefamiliar ini." Ujar Namjoon pasrah. Ia langsung meninggalkan Jimin sendiri diruang tamu.

"Benarkah? Apakah Aku selalu memainkan ponselku? Perasaan hanya di malam hari saja." Jimin terdiam.

Mengingat ia hanya memainkan ponsel saat ada chat masuk dan panggilan saja.

Seperti biasa, kali ini Sowon sedang berada dikamarnya setelah sedikit berdebat dengan oppanya tadi siang. Ia tertidur diranjang kasur miliknya dengan selimut yang ia pakai, namun hanya menutupi sampai atas perutnya. Dengan kedua tangan yang tersimpan diatas selimut layaknya orang sakit.

Perlahan mata Sowon terbuka—bangun dari tidurnya yang cukup lama. Matanya terbuka lebar, ia melihat atap kamarnya cukup lama--melamun. Banyak sekali pikiran buruk masuk kedalam kepalanya. 

"Sowon!"

Suara teriakan Minseok langsung membuyarkan lamunan Sowon seketia. Sowon langsung terperanjak dari tidurnya dan,

Teng...

Seketika kepalanya sakit, mungkin karena kaget. Ahh, entahlah. Minseok masuk kedalam kamar Sowon, melihat adiknya yang sedang terduduk renduk dengan rambut yang sedikit berantakan. Ia langsung duduk ditepian kasur.

"Arg! OPPA!!! Mengapa Kau mengagetkanku!" desis Sowon dengan tangan yang bertengker dikepalanya.

"Mwo?! Aku hanya memanggilmu." bantah Minseok. "Ouh, ne. Aku akan pergi ke Jeju bentar lagi, Kau baik-baik, ya." lanjut Minseok yang membuat Sowon sedikit terkejut. Bagaimana tidak, Minseok baru saja tiba. Dan sekarang, sudah mau pergi lagi.

Otaknya mencoba mencerna perkataan Minseok tadi, namun itu tidak bekerja--otaknya pending. "Mwo?" tanya Sowon lagi, ia melihat kearah jam digital miliknya. Terlihat sudah pukul 9 malam.

"Mwo?! Sudah jam sembilan?!" ujar Sowon kaget. Minseok menatap datar adiknya itu.

"Aisshh, dasar kebo!" umpat Minseok. "Kau baik-baik di Seoul, ne. Aku akan sangat merindukanmu." lanjut Minseok lengkap dengan aksen busan. Seketika Minseok langsung memeluk erat tubuh Sowon. Mata Sowon berkedip, ia terdiam merasakan hangatnya tubuh sang oppa. Minseok melepaskan pelukkan itu. Sowon terdiam, "Maksudmu apa?"

"Mwo?!" ujar Minseok kaget setelah mendengar perkataan sang adik yang jauh dari prediksinya. "Aku akan pergi ke Jeju," Minseok menelik kerah jam tangan miliknya.

Perkataan Minseok akhirnya dapat langsung dicerna olehnya. Seketika mata Sowon membulat, dengan mulut yang bergetar tak bersuara.

"Wae? Kau baru saja datang, mengapa harus secepat ini!" lolos Sowon setelah lama berkelit.

Backstreet Idol Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang