[8] Dizzying Choice

129 109 128
                                    

Happy reading 🎉

Kalau ada yg salah, tandain!





















Semua berembuk membentuk menjadi sebuah lingkaran. Dengan Suga yang menjadi togak pembicaraan disana.

"Pertama, Ku pastikan Namjoon dan J-hope tidak keluar ruangan rapp." Serunya dengan setius, menatap sebentar mata 3 orang dihadapanya.

"Kedua, pasti Jimin berada diruang tv, kan?" Jungkook mengangguk. "Nah, pastikan Dia juga pergi dari sana. Dengan cara," Suga menjeda perkataanya, terlihat menatap mata Seokjin sebelum lanjut. "Hyung! Kau alihkan Dia."

"Mwo? Aku? Wae?" Bantah Seokjin.

Suga berdiri tegap, mengehela nafas perlahan. Ketiga orang itu pun sama--langsung berdiri tegap--mengikuti Suga. "Kalau Jungkook yang mengalihkannya, pasti tidak akan benar. Soalnya Dia dan Jungkook mempunyai satu tujuan, yaitu menonton. Beda hal nya dengan, Hyung. Dia pasti akan menurut, jika Kau suruh atau apapun. Dengan begitu, Sowon dan Jungkook bisa langsung pergi dari dorm."

"Benar," seru Sowon tiba-tiba. Seokjin pasrah, ia pun menuruti usul Suga. Agar Sowon dapat keluar dari dorm mereka. Kesalahan fatal yang telah dilakukan Seokjin karena telah membawa Sowon ke dorm bts, bahkan yang lebih fatal adalah Suga.

Mereka pun langsung melancarkan aksinya. Sowon sudah siap dengan masker dan juga topi hoodie nya. Begitu pula Jungkook, yang sudah memakai masker--yang diberi Seokjin sebelum keluar.

Sowon menjatuhkan tubuhnya diatas kasur, dengan rambut yang dibalut oleh handuk kecil. Dan memakai baju putih polos dengan logo love dibagian kiri atas serta celana bahan pendek. Segar, selepas mandi langsung rebahan. Mengingat penatnya kejadian semalam. Rasa sakit diperutnya pun belum menghilang, hanya saja sudah mulai mereda sedikit. Dan juga memar diwajahnya yang tak kunjung menghilang, malah diam tak luntur walupun terkena air.

Tiba-tiba ponsel Sowon bergetar dari atas nakas. Ia pun langsung bangun untuk melihatnya, siapa sih? Lagi enak begini diganggu.

+82***193***07 Calls


"Sampai kapan Aku diteror oleh orang-orang ini?!" Ucapnya kesal hingga ponsel itu terhempas keatas kasur. Sowon pun pergi ke dapur untuk memakan sesuatu.

Mengambil beberapa slice keju dan sekotak susu coklat dingin dari kulkas. Lalu beranjak mengambil satu buah pisang dan juga apel, disimpan diatas piring bulat besar. Lalu kembali menuju kamar.

Setibanya dikamar, ponselnya bergetar lagi, namun tak selama yang tadi. Mungkin pesan chat masuk. Sowon duduk ditengah ranjang dengan sepiring makanan yang ia bawa. Kini mulai membuka kulit pisang dan langsung melahap bagian buahnya.

Tangan kirinya mengambil ponsel yang tak sengaja ia duduki. Ponsel tersebut menyala, dan terdapat beberapa panggilan tak terjawab juga pesan chat. Ia langsung melihat pesan chat itu, tanpa menghiraukan panggilan tak terjawabnya.

+82***193***07
: Annyeong, Sowon-ssi. Ini Aku, Min Yoongi. Maaf jika telpon tadi membuatmu kaget, Aku lupa tidak mengirimkan pesan terlebih dahulu padamu.

Mata Sowon seketika membulat, bibirnya pun berhenti mengunyah. Kaget dan bahagia menerpanya, bagaimana tidak? Sang idola, mengirimkan pesan padanya. Yang kalian tahu pasti penggemarlah yang mengirimkan pesan terlebih dahulu pada sang idola, namun ini tidak. Seketika pisang yang belum benar-benar halus itu ditelan oleh Sowon. Tangan kanannya langsung menyimpan setengah pisang yang menyisa tadi dipiring dan langsung menari diatas keaboard ponselnya.

Backstreet Idol Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang