eps 10

6.1K 166 41
                                    


Farga: "diam!" dengan suara keras

Nesa yang mendengar farga langsung terdiam kaku. Tanpa sepatah kata apapun nesa menuruti farga.

Nesa: "suamiku apakah saya sudah boleh keluar dari bak ini? "

di sertai badan yang kaku karena sedari tadi farga hanya terdiam  memandang punggung istrinya itu.

Terlintas dibenak farga...
"apa yangku lakukan bersama perempuan ini, apakah aku sudah gila.  Aku sudah berjanji pada diri ku sendiri untuk tetap menunggu Tasya! "

Farga: "keluar!"

Nesa: "baiklah suamiku"

Nesa prov
Huhhh...
Syukur la dia tidak macam-macam, aku sadar aku bukan siapa - siaap di rumah ini, lagian juga aku akan dihusir ssbentar lagi saat segera Tasya mantannya berpulang.

Nesa dengan cepat pergi dari kamar mandi dan berganti pakaian.
Berapa menit berlalu....
Farga keluar dari kamar mandi dan disanalah terjadi perbicaraan antara Nesa dan Farga

Farga:" jangan berharap untuk tinggal dirumah ini"

Nesa: "baik suamiku"

Farga:"siapin pakaian untuk besok! "

Nesa :" Baik, dan lagian Tasya akan segera pulang saya tidak ada hak padamu suamiku"

Farga:"apa kau bilang?, ingat disini kau hanya sebagai istri yang terkontrak karena hutang keluargamu"

Nesa:"baik suamiku, aku tidak membantah lagi"

Waktu berlalu sudah 2 hari Farga pergi tanpa memberi tahu orang rumah dan s.Leo, semua orang khawatir  akan apa yang dilakukan Farga selama 2 hari tidak ada kabar.

Malam Telah tiba Farga yang seakan menghilang ditelan bumi datang seperti angin.
Tanpa basa basi farga langsung kekamar, saat itu Nesa sedang berdiri didepan meja rias ia terkejut tiba - tiba ada 2 tangan yang merangkulnya dengan lembut dan berbisik " apakah aku salah telah mencintainya selama ini" 

Nesa yang mendengar merasa ada yang aneh di dalam hatinya

Nesa prov
"apakah aku harus mencintainya terlebih dahulu, walaupun ini sakit, apakah aku bisa mencintai seseorang yang tidak mencintaiku? " ia bertanya kepada dirinya sendiri.

Nesa:"suamiku sudah pulang ayo mandi dulu nanti saya siapin pakainnya"

Tanpa berpikir panjang farga menuruti  perkataan nesa itu

Setelah farga pergi untuk mandi Nesa berpikir untuk mencintai  Farga seperti seharusnya  ia mengerti apa yang di rasakan oleh suaminya itu cinta yang bertepuk sebelah tangan, ia berfikir bahwa suaminya akan tau rasanya  di cintai oleh pasangan sekalipun ia tidak merasakan sebelum ia  pergi dari rumah ini setidaknya siapapun yang menjadi pasangan hidup suaminya yang sekarang, ia sudah bisa mengikhlaskannya kepada orang lain.

Farga:"  kenapa diam? "

Nesa :" tidak suami ku"

Farga:" kau tidak mencariku? "

Nesa: " tentu kami mencarimu suamiku,  aku sudah tau tujuanmu,  aku harap kamu bisa mempelajari apa yang kau buat suamiku"

Farga:" emg kau tau aku berbuat apa? "

Nesa:" tidak suamiku, apapun yang kau lakukan aku hanya bisa mendukungmu dan berdoa supaya kamu selalu selamat dan sampai dirumah, bertemu dengan  kami  selau"

Farga: " hmmm"

Nesa: " kamu pasti capek suamiku, apakah mau aku pijit"

Farga"hmmm"

Nesa dengan gercep langsung memijat suaminya itu  sampai tertidur.

Hy gimana dengan Tahun ini, walaupun banyak cobaan yang kita hadapi tapi aku tau kalian pasti tetap semangat dengan menjalani aktivitas kalian masing - masing. Maaf autor nya baru bisa update lagi karena di tahun  cerita ini rilis banyak sekali yang harus di pelajari untuk ujian sekolah. trimakasih yang sudah dan tetap setia menunggu aku akan update kembali. Tunggu dan nantikan

THANK FOR YOU 😍


Dipaksa Menikah!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang