Aku menatap matanya.

Aku masih tak percaya.

Ku lihat senyumnya. Benar dia Fikri.

"Apa kabar?"

Aku diam. Seolah olah tak percaya dengan apa yang terjadi. Tanganku ingin sekali menamparnya, tapi aku tak bisa.

Seketika aku kembali mengigat masa masa lama.

^^^^^^^^^^^^^^^^^

Masa lalu:

Saat ini sungguh pagi yang cerah. Matahari menyambutku, untuk hari sekolahku. Aku Keyla kini duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar Harapan Mulya.

Aku duduk di bangku paling depan, aku paling suka duduk di bangku depan.

Seseorang tiba tiba duduk di sampingku. Lalu menonjolkan senyum konyolnya padaku.

"Kamu siapa?" Orang itu tersenyum

"Keyla."

"Kenalin aku Fikri."

Mungkin dari sejak saat itu, aku mulai jatuh hati padanya. Senyumannya, wajahnya, tingkahnya, yang membuat aku suka padanya dari sejak itu.

"Permisi, ada yang namanya Fikri Lazuardi?," Seorang guru memasuki kelasku, kelas 1A.

"Saya," Fikri mengangkat tangannya.

"Kamu salah kelas, harusnya kelas 1B. Sini ikut sama Ibu. Makasih, permisi,"  Ibu itu menarik tangan Fikri.

Fikri hanya melambaikan tangannya padaku. Inikah perpisahan kami?

"Yaudah gue duduk di sini ye," Seseorang berlagak tomboy, segera duduk disebelahku.

"Iya."

"Aku Franna, lo?"

"Keyla."

Ya, mungkin sejak saat itu aku mulai menyukai Fikri. Karena senyumannya. Pada awalnya jika kami saling berpapasan, kami selalu melemparkan senyuman. Kau tau? Rasanya sangat deg-deg-an. Aku anak kelas 1 SD, udah main suka sukaan.

Semakin lama semakin lama, setiap kami berpapasan kami tak pernah melemparkan senyuman. Dan disitu saya merasa sedih.

Hatiku retak. Jelas jelas dia sempat melirikku, tapi apa salahku sampai sampai dia tidak lagi melemparkan senyumannya. Terlalu berlebihan memang untuk anak seusiaku berbicara seperti ini, tapi inilah yang aku rasakan.

Semakin lama pula kami seperti orang tak kenal. Aku kira dengan seperti ini aku sanggup melupakannya, ternyata tidak.

Semakin hari aku hari malah semakin menyukainya. Sampai saat ini aku duduk di kelas 3 sekolah dasar.

Sahabatku Franna pada saat itu telah mengetahuinya, dia tau karna aku menceritakannya.

"Ih lu kenapa ga cerita dari dulu? kalo gue tau dari dulu, gue bisa bantuin lo!" Ya kurang lebih itulah yang ia katakan pada saat aku menceritakan semuanya. 

Aku tersenyum tipis.

Aku masih SD sudah seperti ini. Emang aneh aku juga tau, tau tuh si author yang buat jalan ceritanya gini, aneh-_-.

Franna selalu membantukku untuk mendapatkan hati Fikri.

Oiya aku belum cerita ya Fikri yang sekarang bagaimana? Dia semakin dingin layaknya kulkas, ia semakin tak mengenalku. Tapi perlu kalian tau dia termasuk cowok populer di sekolah karna dengan ketampanannya yang bisa membuat semua hati perempuan jatuh ke hatinya.

Pada saat itu aku disuruh Franna untuk memasuki kelas Fikri, dan menanyakan hal hal yang tak masuk akal pada Fikri.

"Fikk, lo rumahnya di blablabla bukan?," Itulah pertanyaan yang terlontarkan

Stalker✨Baca cerita ini secara GRATIS!