TR-7

11 4 0
                                    

Rain berjalan terburu-buru menuju kelas, karena hanya tinggal 15 menit lagi pelajaran akan mulai, memang dia harus sampai kelas tepat 10 menit sebelum pelajaran di mulai.

Ketika Rain berada di ambang pintu, Rain melihat kelas yang sangat kacau, Ada saja yang menyanyi sambil memukul meja sebagai alat musik nya, ada juga anak rajin yang selalu membaca buku sebelum kelas di mulai, ada yang tak bisa satu detik tanpa make up, bahkan ada yang sedang bergosip ria, memang sudah biasa Rain melihat pemandangan kelas yang seperti ini.

Tapi hari ini dia berbeda bagi Rain, dia melihat ke arah Mentari yang dari tadi juga ikut memandangi nya.

Mood Rain yang sedang bagus tiba-tiba menjadi kacau ketika melihat senyuman Mentari, senyuman yang menurut Rain, senyum licik dan itu hanya di buat-buat.

Ketika dia sedang memandangi Mentari, Indah yang peka akan kehadiran nya pun menyapa nya.

"ANGEL!!!," Teriak indah, Indah melambaikan tangan nya dengan cengiran yang menghiasi wajahnya.

Adit yang sedang tarik ulur beranda dengan lesu di pinggir indah, seketika ceria mendengar, Rain sudah datang.

Seketika Adit berlari menuju Rain dan hampir memeluknya dan di tahan oleh Rain.

"Angel ! Lo lama banget berangkatnya," kesal Adit.

"Kenapa?,"

"Gue cape nunggu nya tau," ucap Adit dengan wajah di tekuk.

"Siapa suruh," Rain melengos pergi meninggalkan Adit yang sedang merajuk.

"Angel, Lo kok tumben berangkat paling siang? Biasanya lo paling pagi," heran Indah

"Mau aja," jawab Rain santai.

Sedangkan dari tadi Mentari terus menatap Rain dengan tatapan iri. Mentari mengepalkan tangan nya.

Gue mau kaya Lo Rain, - batin Mentari.

"Angel, lo gak kenapa - kenapa kemaren kan? Kok lo kaya baik - baik aja sih," tanya Indah.

Rain pun terdiam, mencerna pertanyaan dari Indah, mengapa dia seperti tau akan sesuatu kemarin.

"Gue? Kenapa Emng?," Tanya balik Rain.

"Gue denger Lo ke ujanan kemaren,"

"Lo tau dari mana? ,"

Rain merasa agak aneh, dengan pertanyaan Indah.

"Iya Lo tau dari mana, perasaan gue gak ngasih tau lo," sambung Adit.

"Adit kenapa ikut- ikut sih, Adit lupa kan tadi malem Adit cerita sama indah katanya Angel kok belum pulang padahal udah mau ujan gitu," jelas Indah.

"Bentar gue cek," Adit mengeluarkan handphone nya dan memeriksa akan sesuatu.

"Gak tuh gue gak nelpon Lo kok ndah," sambung Adit.

"Adit lupa kali, Adit hapus pasti riwayatnya," yakin Indah.

"Iya kali ya, " bingung Adit.

Mentari yang dari tadi mendengar percakapan itu tersenyum smirk.

"Ternyata teman Lo, gak sebaik itu Rain,"

-////-

Tringgg...
Bunyi bel masuk.

"Yah Ngel, kita harus berpisah lagi," ucap Adit dengan sok sedih.

"Adit! Jangan sok sedih deh, dasar ALAY!!, Wlee," Ejek Indah.

THE RAIN(Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang