[7] Was Revealed

133 112 96
                                    

Suga berjalan dengan bersedekap dada, melewati para maknae line yang sedang asyik memainkan ponsel mereka diruang vokal. Sesekali mereka tersenyum saat melihat ponsel mereka. Aneh, itulah yang menyerbu otak Suga. Kemarin hyung nya yang aneh dan sepertinya menyembunyikan sesuatu dari yang lain, dan kini? Para maknae line. Suga berdiri diambang pintu ruangan, menelik mereka bertiga lumayan lama. Dan pada akhirnya ia pergi, karena tiba-tiba kerongkongannya terasa gatal sebab sedikit rapp tadi dihadapan adik barunya. Ciah, adik.

Melangkahkan kakinya menuju dapur, namun terhenti ketika melihat pintu kamar Seokjin terbuka sedikit, ia pun melihat sebentar kearah dalam dengan hati-hati. Alangkah kagetnya ia ketika melihat Seokjin sedang meminum sesuatu, sejenis obat yang berwarna putih agak ke kuning-kuningan dan ia meminumnya buka 1 tablet, melainkan 3. Mata Suga membulat seketika.

"Jangan-jangan itu yang diberikan orang yang kulihat malam itu?!" Dengan cepat Suga bersembunyi dibalik dinding ketika Seokjin melihat kearah pintu. Suga pun langsung bergegas pergi menuju dapur tanpa melihat arah jalan. Tapi, kakinya tak kunjung kedapur, karena ia mampir terlebih dahulu ke ruang rapper yang terdapat Namjoon juga J-hope didalamnya.

"Dari mana, Hyung?" Tanya Namjoon, matanya menatap fokus layar komputer. Begitu pula J-hope. Suga langsung duduk di sofa panjang, membelalakan kakinya serta menggenggam tangannya.

"Dari kamar," merasa tak nyaman, ia pun menyilangkan kakinya seraya menyenderkan punggungnya. Mulut Namjoon membulat, tak ada suara lagi setelah itu, karena Namjoon dan J-hope terlalu fokus pada komputernya.

"Seperti ada yang aneh,"

"Aneh kenapa, Hyung?" Sambar Namjoon. J-hope hanya mengangguk.

"Para maknae line, mereka selalu fokus saat memainkan ponsel mereka, tak jarang pula mereka tersenyum sendiri karenanya." Papar Suga sedikit lebih slow dari biasanya, dengan memasang wajah datarnya.

Mata Namjoon dan J-hope terfokus pada layar komputer sedari tadi, "Sepertinya mereka sedang menonton apa yang biasa kita tonton." Gumamnya tanpa ekspresi.

Suga berdiri, melihat malas kearah dua orang itu. "Kita? Kau saja, Aku tidak!" Suga memutar kedua bola matanya malas, kemudian pergi keluar ruangan. Tujuan terakhirnya adalah kamar tidurnya, sepanjang perjalanan ia terus saja memikirkan hal yang sama.

"Hyung satu itu, suka tidak jujur."

"Ugh!" Suga menjatuhkan badannya dikasur miliknya. Kepalanya terus menerus dihantam tanda tanya besar mengenai maknae dan juga hyung nya itu.

"Sepertinya Aku harus mencari tahu apa penyebabnya! Yang pertama, Aku harus mengetahui dulu siapa orang yang bertemu hyung Jin." Senyum smirk terukir diwajah Suga dengan tangan yang mengepal.

Entah mengapa semangat Suga jauh lebih menggebu ketika mendapati masalah itu. Tumben sekali,











♡♡♡













Diruang tamu rumah Sowon. Ia dan Yoomin duduk bersebelahan, gugup serta penasaran menerpanya saat itu juga. Telpon masuk pula tak kunjung mereda, malah semakin membanyak dan memperkeruh suasana. Jari jemari Sowon bergetar, matanya melirik tak karuan.

"Ada apa ini?! Jangan membuatku penasaran dan takut seperti ini?!" Ucap Sowon sedikit bergemetar. Yoomin menggeleng kepala kasar. Tangannya mengusap kedua pundak Sowon.

"Tak apa, jangan khawatir," Yoomin mencoba menenangkan Sowon.

Pintu besar rumah Sowon terbuka, terlihat pria memasuki rumah Sowon dengan tergesa-gesa sambil membawa tas beserta beberapa orang dibelakang membawa kopernya.

Backstreet Idol Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang