40 | Where Are You?

448 113 145
                                    


Happy Reading^•^

_______________________________________

"makasih ya udah pada datang nemenin Jaerin" ucap Irene ketika mengantar mereka semua ke halaman rumah sakit. Hendak pamit. Sebab, hari udah mau menjelang magrib.

"hehe.. Iya tante sama-sama. Lagi pula emang lagi libur, kok. Jadi kita main kesini" balas Heeseung.

"ya udah hati-hati ya di jalannya. Jangan ngebut-ngebut bawa motornya, jalan rame soalnya" tutur Irene. Yang langsung di angguki oleh Heeseung.

"tante.... Yeseul, Eunbi, sama Jiseo juga pamit pulang, ya. Maaf gak bisa nemenin Jaerin lama-lama" ucap Yeseul.

"iya gapapa. Kalian pulangnya bareng?" tanya Irene kemudian.

"iya tan-"

"ENGGAK!" potong Eunbi cepat yang langsung membuat mereka semua menatap heran ke arahnya.

"kenapa, Bi?" tanya Jay.

"ah...eng...enggak. katanya kita mau dianterin pulangnya sama mas Daniel" jawab Eunbi sedikit gugup. Pasti tau jawabannya kenapa bisa gitu.

"hhhhhh kan udah ada kita-kita, Bi. Ngapain repot-repot minta Mas Daniel nganterin" Ucap Jay yang langsung di angguki sama mereka semua.

"iya ih. Lo ini kenapa, kaya ga biasanya" sambung Jiseo.

"ya gak papa. Gue kan cuma ngomong"

"naksir lo, sama mas gue?" celetuk Yeseul.

"apaan sih lo! Siapa juga yang naksir, engga ya" balas Eunbi rada sewot. Yeseul terkikik di buatnya. Sedangkan yang lain, cuma bisa terkekeh sama kelakuannya. Dasar Lee Eunbi.

"ya udah yuk, kita pulang. Nanti kemaleman" tutur Jake yang langsung di setujui sama semuanya.

"WOY! JAHAT BANGET KALIAN, MAU PULANG GAK BILANG-BILANG!" Teriak seseorang yang langsung mengalihkan atensi mereka.

Di liat, di lobi rumah sakit terdapat Jaerin yang lagi lari-lari menghampiri. Bisa di liat, cewe itu lari tanpa menggunakan alas kaki. Alias nyeker.

"jahat ya lo semua. Mau pulang, gak pamit dulu sama gue" ucap Jaerin pas udah berdiri di hadapan mereka, dengan masih berusaha menormalkan nafasnya yang terengah.

"ya ampun, dek. Kamu kalo keluar, setidaknya pake sendal, dong" tegur Irene. Jaerin gak ngehirauin. Dia bersikap acuh, sebab kesal.

Ya iyalah kesal. Menurut kalian gimana? Ketika ada temen, misal lagi main. Terus tiba-tiba pulang tanpa pamit. Kesel gak sih rasanya? Berasa kaya gak di anggap gitu. Kaya jelangkung aja. Kita gak tau kapan datangnya, terus pulangnya juga kita gak tau. Main ngilang gitu aja.

"Sorry, Rin. Abisnya lo kan tidur tadi" jelas Jake.

"kenapa gak bangunin?" semprot Jaerin kesal.

"heh! Gue udah bangunin lo ya. Tapi lo nya gak mau bangun" balas Jiseo yang gak kalah kesalnya.

"masa sih? Perasaan emang gak ada yang bangunin, deh"

"hhhh serah" balas Jiseo lagi. Jaerin merengut.

"lagian kamu tuh kenapa. Mereka cuma mau pulang doang, kok. Pake di permasalahin" ucap Irene.

"ya udah iya" balasnya. "jadi ini ceritanya mau pada pulang, gitu?"

"IYAAA JAERIN!" ucap Yeseul ngegas. Kesel juga lama-lama. Semuanya sontak terkikik pelan. Masih sempat-sempatnya ya ampun.....

Kosan Bu Suzy | EnhypenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang