Menikmati suasana sore hari bersama Kelsey memang salah satu favorit Marcel. Hanya dengan berjalan sembari mendorong kursi roda yang ditempati Kelsey, Marcel bisa tertawa. Gadis manis itu baru saja melewati kemotrapinya beberapa jam yang lalu, belum terjadi perubahan yang signifikan, namun tetap saja Kelsey masih dapat tersenyum sekarang.

"Mengapa tak coba beanie?"

Kelsey menggeleng kemudian tertawa. Ada perasaan geli dan aneh saat mendengar saran Marcel. Ia seharusnya memakai rambut palsu atau beanie seperti saran Marcel. Rambutnya yang kecoklatan itu perlahan mulai menipis akibat pengobatannya.

"Beanie akan terlihat sangat lucu padamu" Tawar Marcel sekali lagi. Dia hanya tak ingin melihat Kelsey dengan rambut tipis dikepalanya.

"Aku suka dengan model rambut baruku yang sekarang ini. Aku tidak perlu repot-repot ke salon untuk merawatnya. Aku juga tak perlu menyisirnya hingga rapi"

Menatap ke arah Marcel sembari tersenyum, sebenarnya Kelsey memikirkan kebiasaan lamanya ke salon. Menghambur-hamburkan uang hanya untuk mempercantik rambutnya yang sudah cantik. Bergonta-ganti gaya rambut atau mewarnainya dengan warna-warna manis.

Kelsey pikir Ia akan baik-baik saja dengan model rambut cepaknya ini, dia hanya butuh penyesuaian saja.

"Aku ingin pergi ke salon sebenarnya" Ada sedikit nada lelucon pada kalimatnya itu. Berharap-harap Marcel akan mengantarnya. "Mungkin sedikit perawatan pada rambutku akan memperbaiki model rambutku"

Marcel mengangguk setuju lalu tersenyum dan mengusap pelan kepala Kelsey.

"Ngomong-omong, Ed membawa kabur Ellena ya?"

"Aku mendengarnya dari Jack semalam. Ia sungguh terpukul karena itu. Aku jadi kasihan kepadanya" Tambahnya.

Marcel mengangguk singkat. Malu akan kelakukan saudara kembarannya.

"Sayang sekali Edward masih belum bisa melupakan Ellena. Padahal kupikir dia sudah mantab dengan Sienna. Namun, sejak gadis itu menghilang Ed memang tampak menaruh hati lagi pada Ellena"

Kelsey menampilkan wajah berpikir. Sebenarnya Ia memang sedikit khawatir dengan keadaan Jack--kakaknya yang terlihat sedih beberapa hari ini. Mungkin Jack begitu menginginkan Ellena sampai-sampai tak peduli jika gadis pujaannya telah memiliki pujaan hati sendiri.

"Jadi apa kita akan pergi ke salon?"

"Ya, tentu. Tapi kurasa kau harus mengambilkan beanie untukku"

Marcel mengangguk sebagai jawaban.

...

Kelsey sedang duduk bosan dikursi tunggu, kadang-kadang Ia menatap layar ponsel untuk menghilangkan kejenuhan. Salon langganannya agak ramai hari ini, dan Ia benci jika disuruh pilih untuk mencari salon lainnya.

Aroma vanila disekitaran membuatnya betah berlama-lama disini. Cat berwarna pastel di dinding-dinding juga menenangkan pikiran. Ditambah lagi Marcel disampingkan.

"Benar kau tak ingin mencari salon yang lainnya?" Bisik Marcel. "Kita bisa menunggu seharian lamanya, Kels"

"Kau bisa tinggalkan aku jika kau mau. Aku suka berada ditempat ini. Mengingatkanku akan kehidupan masa lampau"

"Kelsey kau seperti menggambarkan tahun 90-an. Kau tak kemari sekitar 5 bulanan"

"Ya, 10 bulan yang lalu aku divonis terkena kanker. 8 bulan yang lalu aku pergi kemari untuk potong rambut. Dan 5 bulan yang lalu aku kemari untuk mencuci rambut"

"Aku rindu kebiasaan lamaku" Tambahnya.

Marcel menghela nafas. Ia memilih untuk mengalah diam tak mendebat Kelsey.

Ketika giliran Kelsey datang, Marcel berbisik jika Ayahnya menelpon dan mungkin saja ini sangat penting sehingga Marcel harus meninggalkan Kelsey sebentar.

"Aku takkan lama. Hanya mengangkat dan mendengar Ia berbicara sebentar, oke?"

Kelsey diam saja lalu masuk ke dalam ruangan tertutup meninggalkan Marcel di ruang itu sendirian.

Raut mukanya tampak tak tenang mendengar semua ucapan Ayahnya

"Ya, Ayah?... Kupikir kau akan mengirim Edward saja... Harry juga?! Yang benar saja? Harry takkan suka dengan keputusan itu.... Ayah kita harus bicarakan ini secara langsung. Harry akan sangat marah, apalagi Edward. Dan aku sendiri merasa kecewa, kau tahu Kelsey sedang sakit.... Ayah ini bukan sekedar kau pergi ke luar negeri. Ini soal waktu"

Charles menutup telponnya.

Marcel kesal. Marah. Secepat inikah waktunya?

Maksudku ke London?

Hey, im sorry for not updating. Kalian tau gye kelas 9, dan gue berusaha fokus hehe. Berhubung waktu gue ada yang luang, here you are. Gue berharap masih ada yang baca haha.

The Triplets // harry stylesBaca cerita ini secara GRATIS!