01.Jogja untuk yg pertama

26 2 2
                                        

Ini adalah hari pertama kali aku di jogja untuk mengikuti sebuah event pameran lukisan.

aku berangkat pagi-pagi sekali dari kota ku. membawa semua perlengkapan lukis ku dan juga sebuah kamera mini untuk mengabadikan momen selama aku disini.
Dan sampai di jogja aku menemukan penginapan yg suasana nya tenang, dan asri.
sebuah rumah joglo yg di balai belakang rumah nya terdapat hamparan sawah yg mulai menguning..
dan terlihat remang2 ada gunung nan jauh disana.
tempat yg kurasa cocok untuk melukis dan menetap beberapa bulan disini.

aku mulai menata ruangan kamarku, merapikan baju-baju yg kubawa.
dan mulai berbaring karena lelah.
aku masih teringat lara ku.
Apa itu arti patah yg sesungguh nya, takdir memang kejam bagi sebagian orang termasuk aku.
masa lalu yg terus membayang-bayang i hidupku.
terlalu sakit di ingat, membuatku malas lagi untuk menaruh harapanku pada seseorang.
cukup berharap pada diri sendiri.
itu yg selalu kurapalkan tiap hari nya.

  dan aku mulai terlelap ke alam mimpi.

*******
"apa alasan nya ?" bergetar bibir bawahku sembari menahan air mata yg ingin menetes.

"aku nggak ada alasan untuk dijelasin ra, aku harap kita bisa jadi teman kedepan nya " Ucap Adi mengusap bahuku pelan.
"aku harus fokus dengan cita-cita aku, tujuan aku " Ia mulai menatap intens mata ku.

lalu kamu pikir aku bukan tujuan masa depan kamu di?
semudah itukah hubungan kita.
bahkan terlalu gampang buat bikin aku cinta lalu pergi gitu aja :(
aku membatin lalu beranjak pergi...

"KALO Kita Berjodoh ,kita pasti bertemu Raaa !!!! " teriak Adi.

**********
drttttttt.... drttttt..... drtttttt...
nada dering ponsel membangunkan ku.
"Halo, assalamualaikum mba " aku mengangkatnya.
"Walaikum salam raniya. kamu udah nyampe jogja belum, kok nggak ada ngabarin mbak " tanya Mbak dewi.

Keluarga ku satu-satunya setelah kedua orang tuaku meninggal.
"iya, rara udah nyampe kok mba. maaf gak sempet ngabarin mba dewi. ketiduran aku tadi, capek banget perjalanan kesini .hehehe " ucapku dengan tertawa

"yaudah, alhamdulilah mba nggak khawatir lagi kalo gitu. terus rencana pameran lukisan kamu tinggal berapa hari lagi ra? " mbak dewi antusias bertanya.

"3 hari an lagi mba, besok paling ke lokasi. survei tempat sambil bawa lukisan nya ke panitia . ya gitu sih, nanti aku kabarin lagi deh mba.. " jawabku.

"yaudah, mandi gih udah jam 5 sore, nanti keburu magrib" suruh mba dewi di seberang sana.
"iyah mba, nanti raniya mandi kok." balasku
"yaudah mbak tutup dulu ya tepon nya, semoga pameran kamu di jogja lancar. sehat- sehat disana, Assalamualaikum "

"iya mbaa, siyapp. walaikumsalam" aku mengakhiri panggilan.

Di ujung jendela terlihat mega senja terhampar di langit sore, aku beranjak dari tempat tidurku.
duduk di balkon belakang kamar ku.
melihat pemandangan sawah dan burung yg berterbangan disana.

dan mulai teringat, mimpi.
selalu saja mimpi itu mengusik hari2 ku.
selalu terbayang bayang saat dia mengucapkan kata itu. bahkan 2 tahun berlalu sejak 2017 lalu dia meninggalkan ku.
mungkin aku banyak kurang nya sehingga dia ninggalin aku.
terlebih lagi banyak temen perempuan disekeliling nya.

Aku hanya apa?

__________________

Pagi ini aku disibukkan. menjelang acara pameran lukisanku dan seniman lainnya.
aku membawa gulungan lukisan ku yg lumayan berukuran besar.
aku merasa kerepotan membawa nya sambil menelepon pembeli beberapa lukisan ku.
Buukk..
aku menabrak seseorang saat aku memang sedang tidak melihat ke arah depan.
"kamu gpp?" terdengar suara bariton laki-laki yg kutabrak di hadapanku ini.
"iya gpp, aduh sorry aku gasengaja nabrak kamu nih. kerepotan membawa barang-barang aku ini. duh maafin ya " ucapku dengan perasaan bersalah.

"gapapa, sini aku bantu berdiri." ia mengulurkan tangan nya, membantu ku berdiri.

"thankyou" ucapku berterimakasih.

"kamu salah satu yg ikut event pameran ini?" tanya nya melirik lukisan yg kubawa.

"ehh, iya aku ikut pameran disini "

"sama dong, aku juga ikut pameran disini. kenalin,nama aku Dippo" ia mengulurkan tangannya mengajak aku untuk berkenalan.

aku menjabat tangan nya dengan tersenyum. "Raniya"

kami mengobrol banyak, saat dippo membantu aku membawa lukisan.
ternyata orangnya asik dan nyambung diajak bicara. mungkin karena selera kita sama-sama dibidang seni kali ya. makanya nyambung. dan satu hal lagi yg tak terduga, kita berasal dari kota yg sama .

ya syukur deh, jadi aku ada temen selama pameran disini.
aku bertukar kontak telepon dengan nya.well,katanya dia berencana mengajak jalan2 sekitar sini selama di jogja.
bukan suatu ide buruk juga.



******
drtttt..drtttt..
aku mengecek ponselku, satu pesan terlihat.

Dippo.

raniya..

aku membalas

iya ?

Dippo.

lagi ngapain?

"rebahan"

"besok ada acara ngga, ikut aku hunting foto jalan2 sekitar malioboro yuk "

"okeyy, jam brp "

"pagi, jam 9 nan okelah"

"okeyy, siap"

RaniyaTahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon