4

55K 552 6
                                    


Pagi ini Cahaya selalu bolak balik ke kamar mandi, mengeluarkan isi perutnya. Dia ingat betul.dia tidak pernah makan kacang.

"Dek, tambah parah ya? Ke dokter ya,"

"Ngga bang paling masuk angin,"

"Ya makannya itu , ayo abang anter . Keburu abang berangkat dinas,"

Cahaya menurut kepada abangnya, sesampainya di rumah sakit ia terkejut begitu pula dengan kakaknya.

"Cahaya, siapa ayah dari anak itu?, apa anaknya Daniel?"
"Bukan bang Daniel ga pernah ngelakuin itu ke Aya,"
"Terus itu anaknya siapa, abang kan tanya dengan baik-baik,"
"Ini,, ini anaknya Bintara bang,"
"Bintara siapa?"
"Ihhh Cahaya ngga tau dia tiba-tiba dateng kerumah ini bang, setiapppp abang dinas dia selalu kesini. Hiks,"
"Berapa kali dia lakuin itu?"
"Banyak,"
"Dan kamu diam aja?"
"Abang, ya ngga laah. Orang mana tau dia dateng langsung tanjep aja, ga asalamualaikum atau permisi tiba- tiba masuk rumah. Terus kemarin dia bilang kalau mau gugurin harus lakuin sebanyak -banyaknya. Yasudah Cahaya lakuin,"

"Astaga cahaya kamu polos banget jadi adik ya. Capek abang. Kalo kaya gini gimana abang bisa ketemu sama Bintara itu!"

"Ya ga tau paling nanti dia kesini lagu waktu abang ada jam dinas, dia tau jadwalnya bang,"

--------

"Hoek,hoek ahhh sumpah ini jijik banget, berasa mau rujak, ayam madu, kue coklat, disert lumer, belimbing wuluh,"

"Apa lagi selain itu?" tanya seseorang di belakang Cahaya tepat berada di pintu masuk kamar mandi. Stelan warna hitam dan rambut sedikit panjang.

"Bintara, lo itu penipu ya! Anak ini masih hidup!," Ucap Cahaya sedikit emosi.

"Gue tau,"

"Gue mau anak ini ga ada Bintara! Kita,,, kita sudah lakuin hal itu berkali-kali tapi kenapa malah begini,"

"Itu urusan ku sayang, kita nikah besok,"

"Lo mulai gila! Ga waras ! Idiot! Komplit!"

"Gue bakal nikahin lo CAHAYA!"
"Tapi gue ga mau jadi istri lo!"
"Lo harus mau!"

--------

"Kamu yang namanya Bintara?"
"Iya saya bintara, saya yang menghamili adik anda, saya harap lamaran ini anda terima,"
"Kenapa kamu memilih adik saya?"
"Saya ga munafik, adik anda memang cantik dan ideal bagi saya, tapi walau begitu saya pun mencintainya,"

"Oke, saya terima lamaran kamu,"

-------

Gue ga biaa bayangin gimana hidup sama Bintara, bisa punya anak duapuluh kali kalau setiap hari dicumbu. Kemarin gue menikah sama dia dan ngelepasin Daniel. Daniel marah besar. Tapi, mau gimana lagi. "Semua sudah terpanjur Daniel,"

"Ngga kalau kamu bilang ke aku Cahaya,"

"Tapi disini ada anak nya Bintara,"

---------

Gue seranjang sama Bintara, saat gue bangun. Bintara natap gue dengan tulus. Dia tampan menurut gue. Gue memalingkan wajah dari dia. Berpindah melihat ke langit atap. Dia ga nyerah juga, dia mulai mencium i leher gue.

"Bintara ini masih pagi,"

"Kenapa emangnya , justru bikin awet muda,"

Tangan bintara mulai meremas payudara Cahaya, "Awwhh Bintaraa ini masih pagi!"

"Tapi aku mau Cahaya,"

Bintara mulai nakal, dia sengaja memiringkan tubuh cahaaya.

Bintara mulai membuka lingre Cahaya, dan mulai mencuatkan puting merah muda cahaya, Bintara seperti bayi yang sedang minum ASI

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bintara mulai membuka lingre Cahaya, dan mulai mencuatkan puting merah muda cahaya, Bintara seperti bayi yang sedang minum ASI. Tangan satu Bintara masuk kedalam celana dalam cahaya. "Ahh Bintara sakit. Pelan- pelan ahhh "

"ahhh ahshhh noo Binta, ahhh ahhhh,"

"Ahhh cahaya aku mauuuhh tapi anaku,"

------

Posisi mereka sama sama berhadapan tapi menyamping. Tujuan Bintara membuat posisi baru agar dia tidak memasukkan juniornya. Dia hanya ingin melihat wajah seksi Cahaya.

Cahaya mulai mengigit bibir bawahnya. Dia merasa dipermainkan Bintara dengan nyaman. "Bintarahh nohh ahhh cukuphh akuhh mauu kuliahh shhhh,"

"Kamu libur hari ini sayang,"

"Ouchhh ahhh ahhhh nohh Bintara jangan dipercepat ahh," racauan Cahaya ketika Bintara memeprcepat tempo jarinya.

Bintara mulai turun kedalam selimut, lidahnya masuk kedalam bagian bawah Cahaya, " Ahhahaha geli Bintara ahh shhh ouchhh ,"

"Ahhhh ahhhh shhhh cukupp ahhh ,"

"Sudah puas?"

"Aku lelah Bintara,"

Bintara naik keatas cahaya," Aku mencintaimu Cahaya," dan langsung tidur di samping cahaya, membelai keringat yang keluar akibat perbuatannya.


STARLIGHTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang