chapter 20

425 66 10
                                    

Selain vote aku juga butuh coment seberapa yg suka sama cerita ini

____________________

           Sore hari di seoul yang mengirim kan udara dingin di bawah cakrawala dengan matahari yang membawa warna jingga yang begitu dominan. Sepuluh menit berlalu Taehyung habiskan dengan berdiam diri di cafetaria di salah satu rumah sakit tempat seokjin bertugas.

Seperti permintaan Seokjin waktu itu yang meminta Taehyung untuk menemani nya menikmati akhir pekan dengan menyesap kopi bersama dan makan pizza yang berbalut keju mozzarella, di waktu yang senggang tentu Taehyung menyempatkan diri untuk menemui kakak nya, sebab kini mereka yang sibuk dengan tugas masing-masing pun cukup membuat kedua nya jarang bertemu.

"Bagai mana hubungan mu dengan Seren Noona, hyung?"

Taehyung bertanya dengan tangan yang bergerak meletakan gelas di atas meja setelah di sesap beberapa teguk.

Helaan nafas pelan sembari menyandarkan punggung nya mencari posisi yang nyaman Seokjin berujar dengan jelaga yang menyoroti luaran cafe yang di batasi kaca transparan."baik-baik saja, dia sedang sibuk dengan tugas nya sekarang, kucing kesayangan nya sedang sakit, sebagai dokter hewan tentu dia tidak ingin melihat kucing nya sekarat, sampai lupa dengan ku."ungkap Seokjin dengan kekehan samar.

"Lalu bagai mana dengan Gwen?"

Dan lagi pertanyaan yang sama dan di peruntukan untuk orang yang berbeda Taehyung lontar kan, kali ini raut Seokjin berubah sedikit pilu menyisakan sesal yang begitu dalam."dia belum sadar dari koma nya."

Taehyung menganggukan kepala sembari kembali menyesap kopi nya."aku salut pada mu Hyung, kau bisa mencintai dua wanita dalam satu waktu."

Seokjin menarik senyuman yang terlihat begitu samar."ini semua salah ku, harus nya aku tidak membawa Seren sejauh ini, tapi aku sudah sangat mencintai nya begitupun Gwen, walau aku tidak yakin bisa melihat Gwen membuka mata nya lagi."

Taehyung tahu bagai mana kakak nya, kisah cinta mereka berdua memang tidak seindah yang di bayangkan ketika masi di bangku sekolah, tak jauh berbeda pula hanya saja taehyung itu tipekal laki-laki yang setia, sebab dari dulu taehyung memiliki prinsip untuk mencintai cinta pertama nya sampai kapan pun, kendati memulai dari awal itu sangat lah tidak mudah.

"Aku iri pada mu, kau bisa setia pada satu wanita"

Taehyung tertawa atas pujian yang di lontarkan Seokjin, membanggakan diri karena memang begitu fakta nya."lalu bagai mana pertunangan mu dengan Rahel, apa Airin tahu?"

Kali ini Seokjin yang melempar kan pertanyaan yang sontak membuat Taehyung merubah ekspresi wajah nya."Airin tidak tahu Hyung, tapi aku dan Rahel tidak akan melakukan pertunangan itu, rahel mencintai Jungkook pun aku juga mencintai Airin."

Seokjin menanggapi dengan sebuah decihan dan tatapan sedikit tidak percaya."kalau kau mencintai nya kenapa tidak jujur soal pertunangan mu dengan rahel, bukan kah harus saling terbuka dengan orang yang kita cintai"

Taehyung mengangguk seolah paham apa yang Seokjin katakan walau binar nya menatap kearah luar cafe yang sudah mulai menggelap karena posiai matahari sudah di ambil alih oleh bulan yang tampak menyembunyikan sedikit wajah nya di balik awan gelap.

"Aku hanya butuh waktu yang tepat untuk mengatakan nya, Hyung"

Dan lagi Seokjin pun hanya bisa menanggapi dengan manik yang menyorot ke arah adik kandung nya tersebut tanpa ingin menimpali, pun kini merasa waktu yang tersisa tidak begitu banyak mengharuskan pria itu
bangun dari sandaran nya siap bergeas untuk beranjak, jarum jam yang ada di lengan nya sudah menunjukan pukul 18:30 waktu setempat."oh ya, tadi eomma menelfon ku, kata nya dia sedang di rumah mu, aku bilang pada nya bahwa kau ada pertemuan penting hari ini, entah dia menunggu atau tidak yang jelas dari raut bicara nya tidak seperti biasa mungkin ada sesuatu yang penting."

Hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang