5 : Regret

238 137 157
                                    

Enam tahun telah berlalu.

Enam tahun adalah jangka waktu yang membentang sejak terakhir mereka bertemu.

Jeon Jungkook tumbuh menjadi seorang pria dewasa yang mapan, tampan, dan berkarisma.

Kerja keras tidak pernah mengkhianati sebuah hasil.

Jungkook sudah cukup sukses untuk memimpin perusahaan yang dimiliki oleh ayahnya. Karena orang tuanya meninggal di usia Jungkook yang masih muda, neneknya pun memutuskan untuk mengambil alih perusahaan selagi menunggu Jungkook tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan dewasa.

Dengan tenang, ia perhatikan salju yang muncul dari permukaan langit. Tenang, dingin, namun indah. Seperti seseorang. Seorang laki-laki yang ikut andil dalam masa pertumbuhannya. Seseorang yang mengajarinya apa arti kehidupan.

Jungkook bertemu Taehyung saat mereka masih kecil, di mana saat itu yang mereka tahu hanyalah bermain, bermain, dan bermain. Mereka bertemu di taman bermain dekat kota, bercengkrama akrab, tertawa bersama, dan bermain sampai langit berubah jingga.

Terkadang Jungkook bertanya, mengapa Taehyung selalu memiliki tanda kemerahan di pipi kanannya? Namun lelaki itu tidak pernah menjawab dengan kalimat memuaskan; melainkan menghina Jungkook yang selalu tampak kotor dengan beberapa lebam di setiap pertemuan mereka.

Lalu yang mengejutkan lagi adalah saat di mana Taehyung memutuskan untuk berada di sekolah yang sama dengannya, di sekolah menengah, hingga pertengahan menuju tahun terakhir.

Kemudian, mereka berpisah. Tanpa adanya ucapan selamat tinggal. Sepatah katapun tidak ada.

Hanya karena suatu cinta yang semu dengan seorang perempuan yang tidak berjalan lama, Jungkook rela memutus hubungan dengan seseorang yang selalu ada—bersamanya dalam suka dan duka.

Hingga akhirnya ia menyadari betapa hampanya kehidupan yang ia jalani tanpa sosok itu. Sosok yang hilang dan tak pernah kembali selama bertahun-tahun. Sosok yang sangat dirindukannya.

Kim Taehyung, sosok yang ternyata memberikan impact terbesar dalam hidupnya.

Sejak saat itu, penyesalan tak hentinya menyelimuti kehidupan seorang Jeon Jungkook.

- The Way I Leave You -

Rumah Sakit Seoul, terletak di pusat kota yang selalu ramai oleh pengunjung. Akhir-akhir ini, angka kematian semakin naik dari tahun ke tahun, mengingat wabah penyakit semakin gencar berkembang biak di sekitar manusia. Langkah pemuda itu terkesan ringan dan tenang. Dia berniat untuk berkunjung seperti biasa, ke kamar tempat neneknya dirawat.

Setelah menjalani rapat yang luar biasa panjang, mendengar celotehan sekretarisnya yang membuat telinganya berdengung tak karuan, ia pun memasuki rumah sakit agar bisa bercerita seperti biasa dengan anggota keluarga satu-satunya.

Hingga di sebuah lorong panjang, ia terhenti.

Jungkook terdiam. Pemuda itu melirik.

Beberapa suster tengah menggiring kasur beroda yang biasa dipakai untuk memindahkan pasien ke ruangan lain. Salah satunya dapat Jungkook lihat sekarang. Pemuda itu hanya menggeser tubuhnya, menunggu agar gerombolan itu lewat. Namun, ada sesuatu yang membuat matanya membulat lebar-tidak percaya.

Di antara putih, terdapat hitam yang tergeletak tak berdaya, lemah, dan tertidur.

"...." Jungkook diam, ia mematung.

Sampai gerombolan tersebut melewati dan menghilang di ujung lorong, Jungkook pun masih terdiam layaknya orang bodoh.

Apa itu tadi? Halusinasi?

THE WAY I LEAVE YOU【END】Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang