Part 7 - Similarity

1.2K 36 1

Gue disuruh home schooling.

Pernyataan Adrian itu masih terus terngiang dikepala Cloudy. Hari ini adalah hari ketiga semenjak Cloudy mendatangi rumah Adrian sabtu lalu. Selama tiga hari kemarin, Cloudy selalu mendatangi rumah Adrian dengan alasan ingin memberikan hadiah-hadiah yang ada diatas meja kelasnya karena hadiah-hadiah itu sudah menumpuk, namun alasan utamanya bukan itu melainkan untuk membujuk Adrian agar masuk sekolah lagi.

Sayangnya, usaha Cloudy kali ini sia-sia. Ia bahkan tidak bisa memaksa Adrian untuk sekedar keluar rumah, karena banyaknya 'penjaga' dirumah Adrian. Selain itu, ketidakhadiran Ayah Adrian juga membuatnya kesulitan untuk membahas persoalan sekolah anaknya itu.

Pagi ini, ketika Cloudy turun dari mobil, terlihat tiga orang siswi menghampirinya. Dilihat dari penampilannya yang cukup mencolok daripada siswi lainnya, sepertinya mereka ini kumpulan siswi populer.

"Eung... Kak Cloudy ya?" tanya siswi yang berada ditengah-tengah kedua temannya yang lain itu.

Cloudy menatap siswi berambut panjang itu dengan heran "Iya, ada perlu apa ya?"

-----

Setelah ketiga siswi tersebut memperkenalkan diri mereka masing-masing, mereka pun langsung mengajak Cloudy ke tempat dimana kolam renang sekolahnya berada. Ketiga orang siswi yang merupakan anak kelas XI itu mengatakan ada hal penting yang ingin ditanyakan pada Cloudy.

"Bentar deh sebelumnya, ini kenapa kita harus ngomong disini, kenapa engga di kantin atau lapangan gitu?" Cloudy mulai mencurigai gerak gerik adik-adik kelasnya ini.

Mereka nggak mau ngapa-ngapain gue kan?!

Setelah tadi ketiga adik kelas Cloudy memperkenalkan diri, Cloudy baru sadar bahwa mereka adalah anggota cheerleaders sekolahnya. Pantas saja Cloudy seperti pernah melihat ketika ada demo ekskul.

"Ada apa sih emangnya?" tanya Cloudy mulai tidak sabar.

"Hmm.. Kan selama ini kita sering liat kalo Kak Cloudy sering bareng sama Kak Adrian,"

Duh, pasti fans-nya Adrian nih.

"Kalo boleh tau, Kak Adrian kemana ya, Kak? Kok engga pernah keliatan lagi?" Virnie, gadis bertubuh mungil itu angkat bicara.

"Adrian ada masalah sama keluarganya, jadi dia engga bisa masuk sekolah." Cloudy menekankan nada bicaranya pada kata 'masalah'.

"Kalo boleh tau masalah apa ya, Kak?" siswi ketiga –bernama Laura- yang terlihat sedikit pendiam itu bertanya.

Cloudy menggeleng "Gue engga bisa cerita banyak ke kalian."

"Yah Kak, please kasih tau kita dikit aja." Thania mulai membujuknya.

"Sebenernya kalian itu fans-nya Adrian ya? Atau jangan-jangan kalian punya fanclub gitu lagi?"

Mereka bertiga mengangguk bersamaan.

"Iya, kita bertiga kordinator fans Kak Adrian di sekolah."

W H A T?

"Adrian punya fanclub?" Cloudy hanya menggeleng tak percaya.

Thania –yang terlihat seperti ketuanya ini- mulai menjelaskan "Iya, pencetus utamanya sih kita bertiga, Kak." Mereka bertiga pun saling melirik satu sama lain "Kalo Kak Cloudy liat banyak hadiah di meja Kak Adrian hmm.. itu kita yang koordinasi." Lanjutnya.

Cloudy terkekeh "Jadi kalian yang ngumpulin hadiah-hadiah yang mau dikasih ke Adrian?" Mereka mengangguk. "Kalo gue boleh tau, apa sih yang spesial dari Adrian sampe kalian ngelakuin itu semua?"

Only One [Completed]Read this story for FREE!