chapter 19

628 87 30
                                    

       kenapa nggak mau coment kasih semangat si, apa cerita nya kurang feel sama nggak menarik ya : (

Edisi kangen taehyung.

Edisi kangen taehyung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


 













          Airin mengerjab beberapa kali dengan pandangan kosong pada bingkai jendela yang mengirim sapuan angin pada anak rambut nya yang berayun lambat.

Bibir nya mengatup dengan tangan yang meremat handuk kecil yang lusuh sekedar membersi kan tangan nya dari sisa-sisa air keran yang di gunakan untuk mencuci piring beberapa saat lalu.

Suara gaduh di atas memutus khayalan pilu yang menggerogoti pikiran nya, Taehyung baru saja beranjak lima belas menit yang lalu dengan sedikit beradu argumen dengan nya, lantas dengan sebuah keputusan yang berakhir bahwa Taehyung akan mengikuti nya ke busan.

Sekeras apapun Airin melarang maka Taehyung melakukan sekeras apapun untuk menyangkal, berakhir dengan gadis itu yang hanya bisa menghela nafas pasrah.

Suara ketukan pintu dengan ritme pelan samar terdengar pada rungu gadis itu, memaksa menghentikan langkah nya yang baru saja ingin melangkah naik menjejali dingin nya susunan anak tangga dengan secerca rasa penasaran.

Dari atas Airin bisa melihat Jungki berjalan sempoyong efek bangun tidur sedikit mengucek mata nya yang masi sayu.

"Bibi"

Langkah kecil nya membawa tubuh mungil itu menuruni anak tangga, Airin menatap was-was dengan membawa langkah nya sedikit berlari menaiki tangga, mengabaikan sekejap ketukan pintu yang terus terdengar tanpa henti.

"Bibi lapar".tutur nya pelan dengan hidung mancung yang sedikit berair.

Sembari membawa langkah nya turun, suara ketukan pintu terdengar dengan ritme yang tak lagi pelan, agak nya orang di luar sana mulai pongah begitupun Airin yang juga sama kalut, dan berakhir membawa Jungki pada gendongan nya untuk segera membukakan pintu.

Daun pintu itu terbuka setengah, Airin mengembangkan senyuman nya namun berbanding terbalik dengan wanita baya yang justru menampilkan raut bingung dengan alis terangkat.

"Kau, siapa?"

Pertanyan yang spontan membuat senyuman yang tadi nya terpatri begitu manis memudar begitu saja, mengingat bagai mana ibu Taehyung tidak mengenali nya. Airin tentu mengenali ibu Taehyung sebab dari lock screen ponsel milik Taehyung yang merupakan foto kedua orangtuanya.

"A-aku" rasa takut, bingung dan semacam nya membaur menjadi satu membuat lidah nya begitu berat untuk berucap, padahal hanya berkata bahwa dia adalah seorang baby sister tapi nyata nya ada status lain yang bertengger pada diri nya terhadap putra dari wanita yang ada di hadapan nya saat ini "baby sitter Jungki." lanjut Airin seadanya.

Ibu Taehyung memang tidak mengenali nya, mengingat dulu taehyung belum sempat mengenalkan Airin pada kedua orangtuanya sebab perpisahan yang lebih dulu menyapa.

Hiraeth | Kth  ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang