2

90.9K 986 30
                                    

"Aww," suara rintihan Cahaya yang terasa sakit dibagian bawahnya.

"Shhh bby jangan bergerak, jangan membuat tegang," kata Bintara dengan keadaan mata tertutupnya. Bintara sengaja tidak melepaskan penyatu mereka. Karena Bintara belum cukup dengan kejadian semalam.

"Dasar pria brengsek! Hiks," isakan Cahaya, "Awwhh ahhhhh" desahnya karena mencoba melepaskan dari milik Bintara.

"Gue bilang apa tadi sayang? Jangan buat tegang atau kita main lagi,"

"Dengar ya! Tolong tahan itu . Kaka gue bakal pulang dan gue ga mau dia tau!" ucap Cahaya dengan nada marah.

"Oh okey gue lepas," Jawab Bintara, "Ahh ini benar nikmat Cahaya, " Cahaya langsung saja menutupkan matanya karena nikmat yang benar di rasakan Bintara.

"You is mine! Milik Bintara. Only me!"

"Ga sudi gue! Mending sekarang lo keluar! Gue mau mandi!"

"Sendiri berani?" Goda Bintara.

"KONYOL! KELUAR BRENGSEK!"

Cahaya berusaha berdiri dengan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, Setiba disana Ia jatuh karena apa yang terjadi padanya bukanlah hal yang sesekali pernah ia pikirkan. Cahaya langsung berendam dengan isakan. Bintara mendengarnya. Bintara tahu apa yang ia lakukan. Saat Cahaya selesai ia keluar dan tidak menemukan Bintara disana. Semua bersih keadaan seperti tidak ada masalah.

"CAHAYA ABANG PULANG!"

"IYA KAA CAHAYA BARU AJA MANDI . JANGAN MASUK YA,"

Saat Cahaya mencari pakaiannya ia menemukan CD card. Dan ada sticky note disana.
"Cahaya, lo cewek satu-satunya yang gue rengut keperawanan lo. Jangan coba untuk kabur lari atau mengugurkan anak didalan perut lo. Karena semua sudah gue rekam. Selamat menonton. Oh ya, gue yakin kakak lo ga bakal tau kalo lo itu sudah ga p r a w a n lagi. Jadi santai aja selagi lo nurut!"

Bintara.

"Eh Aya! Gue denger kemarin Daniel pergi sama cewek," kata Tiana mulai bergosip.

"Hah? Lo kata siapa Ana, gini dia. Itu pergi ke Kalimantan. Jadi, g mungkin dong."

"Gini ya Ayaa sayang, cowok itu cari cewek emang bilangnya cuma satu. Satu disini, satu disitu, dan satunya lagi disana. Jadi jangan percaya,"

"Tiana gue percaya sama Daniel. Selagi lo ga dapet buktinya. Gue masih percaya aja, " ucap Cahaya ," yaudah gue ambilin cemilan dulu ya,"

Saat Cahaya berdiri CD card yang ia simpan jatuh ke bawah. "Aya ini CD card apa? Pasti Film baru. Nonton yuk, "

"Hah? Ngga ini inii mm ini bukan film. Film nya tu itu yang ini nih di atas almari gue. Cari aja ya, "

"Okey deh kalo begitu."

-----------

"Dek, Abang ada urusan sampai malem nanti. Jaga diri ya," kata abang gue.

STARLIGHTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang