SB#7

6 2 0
                                    

Ayu pov

Kini aku ayah dan klara sedang menuju tempat yang dimaksud nenek tadi, tapi perasaanku tidak enak? Sejak kami berbelok dari warung itu. Akupun sempat heran kenapa perempuan diwarung itu menatap mobil kami sedikit terkejut.

"paman itu ada gedung di depan apa itu gedung nya?"klara.
Tiba² klara mengatakan jika ada gedung di depan aku pun cepat² menoleh kedepan.benar ada gedung kenapa saat belok dari warung terasa sangat sepi? Kami berhenti tepat didepan gedung yang megah.mobil kami memasuki perkarangan gedung itu.

"kenapa gerbang nya gak ditutup? Seakan meteka tau ada yang ingin bertamu? Atau memang gerbang nya selalu terbuka?"klara.

Aku juga sempat berpikir seperti itu kenapa gerbang semegah ini gak ditutup?

"iya padahal gedung nya megah banget ada taman nya juga, eh ada ayunan noh dipohon ada dua ayunan, nya punya siapa?"
Aku sempat bingung kenapa ada ayunan?bukan kah ini tempat untuk belajar jahit? Atau sekaligus rumah bukan untuk hanya mengajar saja?
Tiba² ayah menghentikan pembicaraan ku dengan klara.

"ayo masuk mikirnya entar aja keburu sore" ayah.

Kami sudah ada di depan pintu gedung itu,lalu ayah mencoba mengetuk pintu.tidak ada balasan pertama kali lalu ayah mencoba kedua kalinya tiba² pintu terbuka sendiri saat ayah akan mendorong pintu ada yang membuka nya terlebih dahulu.

"iya cari siapa?"

Ternyata ada orang lain yang membuka pintunya aku kira memang benar² pintunya terbuka sendiri.
"emm apa benar ini gedung jahit? maksdku ada yang mengajar menjahit?" Klara.

"oh kalian sudah datang mari silahkan masuk ibu sudah menunggu"

Kenapa dia berkata begitu aneh sekali memangnya ibu yang di maksud dia tau jika kita akan datang? Saat kami di tuntun menuju ibu yang dimaksud, aku melihat ada seseorang duduk disofa seorang diri. Apa itu yang dimaksud ibu olehnya?

Setelah selesai berbicara dan menanyakan banyak hal kami memutuskan untuk pulang agar tidak terlalu sore kami berpamitan pada ibu itu, saat hendak keluar aku sempat melihat kakinya yang tidak menyentuh lantai,mungkin karna lantai nya dingin pikirku. Kami diantar oleh seorang gadis yang tadi membuka pintu sampai ke depan pintu. Saat aku ingin keluar dari dalam aku melihat seorang gadis kecil sedang bermain ayunan tapi kenapa dia menunduk? Ah mungkin saja dia malu. saat ingin masuk kedalam mobil aku sempat melihat wajahnya dia tersenyum manis ke arah ku tapi senyum manis itu tidak berlangsung lama senyum manis itu berubah menjadi menyeramkan aku buru² masuk kedalam mobil.

Ditengah perjalanan pulang aku sempat berfikir untuk menannyakan..
"klar, kamu bener mau jahit disitu? Mending kamu jahit di tempat pak annas aja deh kalo gak kita cari tempat yang lain" aku bukan apa² berkata seperti itu tapi aku hanya takut saja dengan apa yang aku alami barusan.

"kamu kenapa yu? Aku udah dapet tempat yang pas buat belajar jahit tapi kamu nyuruh aku cari tempat yang lain?" klara.

"memangnya kenapa ayu, disana tempatnya enak tidak biding kendaran orang² nya juga ramah²" ayah.
Klara hanya mengangguk saja menangapi ucapan sang paman.

Sepertinya aku tidak bisa melarang klara untuk belajar disitu, aku juga tidak mungkin mengatakan kejadian barusan.semoga klara baik² saja.

"Tidak ayah aku hanya ingin menawari klara saja mau cari tempat jahitnya lagi atau tidak"ayu.

"tidak aku akan belajar menjahit disana"klara. Aku hanya mengangguk saja.






Up nih. btw mksih yang udah sempet mapir terlebih kasih vote.
Kasih komen juga biar bisa tau selera kalian gmna,maklum baru buat kek agak gmna jadinya😄
Votmen gaess!

Mistery Gedung Jahit(SB) Perjalanan seorang gadis yg ingin belajar menjahitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang