Elf

10 5 8
                                    

Jangan lupa vote comment nyaa yaa

****

Pagi ini Gaskar di hebohkan dengan kehadiran anak baru, yang katanya sangat tampan itu. Jujur Odelia bingung, semenawan itukah hingga respon mereka seberlebihan ini? Bahkan ada yang rela mengunjunginya langsung ke kelas. Katanya murid baru ini satu tahun lebih muda dari Odelia, yang berarti dia kelas 11.

Mengenyahkan masalah anak baru itu, Odelia beralih meperhatikan kedua sahabatnya yang satu kelas dengannya.Kalau di perhatikan saat ini Keyra tidak semangat seperti hari-hari sebelumnya, wajahnya tampak begitu murung. Mengernyit bingung Odelia bertanya kepada Naya lewat tatapannya. Seolah mengerti apa yang dimaksudnya, Naya menggeleng pelan yang mengartikan bahwa dia tidak tau. 

Menghadap sepenuhnya ke arah Keyra "Lo kenapa Key.?" Tanya odelia melipat kedua tangannya di atas meja milik cewek itu.

Keyra yang di tanya seperti itu oleh Odelia, menutup rapat mulut miliknya. Menghela nafas berat adalah respon dari Keyra, menundukkan kepala dan meneggelamkannya di balik lipatan tangan cewek itu. Mendapat respon seoerti itu Odelia diam, tidak lanjut bertanya.

Naya sibuk mengotak-ngatik handphone miliknya, yang kalau Odelia tebak kini Naya tengah menghubungi kedua sahabatnya yang lain. Dia menghentikan pergerakan Naya yang akan terus bertukar pesan dengan yang lainnya.

Mengernyit bingung melihat Odelia "Kenapa,?" Meletakan ponselnya ke atas paha miliknya.

Melirik ke arah Keyra, seolah mengatakan bahwa saat ini cewek itu tak ingin bercerita apa pun. Ingin sendiri dulu untuk menenangkan dirinya, kalau sudah merasa lebih baik pasti gadis itu akan bercerita sendiri.

Selama belasan tahun berteman dengan mereka, membuat Odelia paham tabiat mereka dan begitu juga sebaliknya. Saling memahami satu sama lain dan saling terbuka membuat hubungan persahabatan mereka begitu langgeng. Kebanyakan hubungan persahabatan orang lain rusak hanya karena satu orang cowok, Odelia bersyukur mereka tidak pernah mengalami hal seperti itu. Bila perlu jangan sampai.

Sebenarnya yang belasan tahun berteman dengan dirinya, hanya Naya dan Ilona. Ilona yang bertemu dengan dirinya saat duduk di bangku taman kanak-kanak, Naya yang bertemu dengannya saat duduk di bangku sekolah dasar. Sedangkan Keyra bertemu dengannya di saat mereka memasuki sekolah menengah pertama dan yang terakhir Miranda saat mereka masuk di Gaskar. Tapi hal itu tidak membuat Odelia membeda-bedakan cara berteman mereka.

Odelia jadi teringat dulu saat mereka baru pertama kali dekat, lucu sekali. Tersenyum mengingat masa-masa, dimana mereka terlihat begitu malu-malu, masih begitu polosnya. Berbeda dengan yang sekarang, bukannya malu-malu tetapi malah malu-maluin. 

melihat kesamping Naya kaget, melihat Odelia. "Odel sakit,?" Membawa tagannya ke atas dahi cewek itu. 

Menghempaskan tangan Naya yang berada di dahinya. "Maksud lo?" Tanya gadis itu. "Gue sakit jiwa gitu?" 

Membalas tatapan tajam cewek itu. "Iyah, mana tau gitukan." Katanya dengan tatapan yang begitu polos.

"Gue ga sakit Nay,"

"Terus kenapa senyum-senyum sendiri gitu? Udah kaya orgil yang di pinggir jalan aja."

"Idihh, suka-suka gue lah. yang punya senyum gue." Ujar Odelia kepada Naya yang sedang melihat kebelakang dimana tempat duduk Keyra berada.

Menghadap kembali ke arah depan, Naya yang mendengar penuturan Odelia barusan merengut kesal. "Galak banget sih, cuma nanya doang padahal."  Mengeluarkan bukunya dengan cara di banting-banting.

"Pertanyaan lo minta di hujat, ya kali lo katain gue gila!" Menatap sinis ke arah cewek di sebelahnya. 

Memutar bola mata malas. "Ya udah sih maap, kamu kayanya dari kemaren marah terus" Ujarnya. "Kamu lagi dateng meteor ya.?" Sambung Naya.

OdanLiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang