36 | Jake-Sunghoon

513 114 91
                                    

   Satu kali.

   Dua kali.

   Tiga kali.

   Empat kali.

   Dugh!

   Sunghoon sontak langsung ngelempar bola basketnya dengan keras ke lantai lapangan. Berusaha nahan emosi, padahal dia udah kesal setengah mati. Kesal sebab sejak tadi enggak ada satupun bola yang masuk ke dalam ring. Engga biasanya Sunghoon main basket seburuk ini, tentu hal ini membuatnya begitu frustasi.

  Seragamnya udah basah sama keringat, rambut hitamnya juga lepek. Merasa capek, Sunghoon merebahkan tubuhnya di lantai lapangan indoor yang dingin. Cuma ada dia doang seorang diri. Sejak bel jam istirahat di bunyikan, Sunghoon langsung keluar kelas pergi ke lapangan, alih-alih pergi ke kantin.

   Masa bodo sama perutnya yang lapar. Sunghoon gak terlalu peduli, mood nya sedang engga baik sejak pagi. Pikirannya kacau dari semalam. Banyak hal yang memenuhi otaknya, membuat kepala Sunghoon rasanya ingin meledak saat itu juga. Terutama soal Jaerin, lalu kata-kata Taeyong. Dan terakhir, ucapan Jake semalam yang masih terngiang di kepalanya yang membuat Sunghoon terus kepikiran.

  "gue suka Jaerin"

  Sunghoon langsung ketawa sumbang setiap kali ucapan itu kembali dalam ingatannya. Gak tau kenapa Sunghoon ngerasa lucu, bahkan semalam dia juga terus meruntuki dirinya. Sunghoon ngerasa dirinya begitu bodoh, kenapa? Kenapa Sunghoon engga jujur aja kalo emang nyatanya Sunghoon juga punya perasaan lebih sama Jaerin.

  Penuturan Taeyong semalam memang begitu menohoknya. Tapi dalam sekejap mampu menyadarkan Sunghoon soal perasaannya. Jika di pikir-pikir, perasaan itu timbul jauh sejak pertama kali mereka bertemu. Di halaman kosan, hanya berawal dari ketidaksengajaan,Sunghoon langsung jatuh pada cewe itu.

  Katakanlah kalo Sunghoon itu berengsek. Selama ini dia kemana aja? Bersikap acuh, gak peduli, bahkan kasar dan sering mengabaikan Jaerin yang terus berusaha buat mendekatinya.

  Jika ditanya alasannya, Sunghoon belum mampu buat melupakan masa lalunya. Tapi setelah sekian lama, Sunghoon kembali memikirkannya, Jaerin gak ada bedanya sama si dia, yang sama-sama membutuhkan sandaran, buat mereka mengeluarkan segala keluh kesahnya.

  "lo suka Jaerin, kan?"

  "tolong bahagiain dia sebagaimana lo bahagiain orang yang lo cinta sebelumnya"

  Ucapan Taeyong yang itu, memiliki pengaruh besar  buat Sunghoon yang gak ingin merasakan penyesalan  yang kedua kali.

  Tapi masalahnya disini, balik lagi ke Jake. Sunghoon gak bisa menyalahkan, kenapa dari sekian banyak orang, harus Jaerin yang Jake suka?

  Oke baiklah, Sunghoon akui dia yang salah disini. Dia juga yang udah memulai semuanya. Lantas, apakah Sunghoon gak bisa di izinkan buat menyukai Jaerin juga?

  Perasaan seseorang gak bisa di paksakan bukan? Sunghoon gak ingin merasakannya kembali. Sudah cukup dengan penyesalan yang gak bisa Sunghoon lupakan sampai rasanya mau mati.

  Maka sekarang, Sunghoon ingin memulainya kembali, mencoba memperbaiki, dan gak ingin jatuh kedua kali.

  Maka sekarang, Sunghoon ingin memulainya kembali, mencoba memperbaiki, dan gak ingin jatuh kedua kali

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kosan Bu Suzy | EnhypenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang