01

25.8K 2.5K 153
                                    


'Eunghh'

Lenguhan gadis cantik yang terbangun dari tidur panjangnya, mata bulatnya mengerjap pelan menatap ruangan bernuansa putih serta berbau obat-obat'an yang menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya.

Oh apa ini? Kenapa dirinya bisa berada disini? Seharusnya dia sudah berada di neraka ataupun surga tapi kenapa malah di rumah sakit? Apakah masih ada orang yang peduli dengan dirinya?

'Cklek'

Gadis itu menoleh ke arah pintu yang dibuka dari luar.

Masuklah pria dan wanita paruh baya bersekitar 40 tahun'an dan diikuti dokter muda dibelakang nya. Mata mereka membulat terkejut atas apa yang dilihat.

"Mas anak kita sudah bangun!" seru wanita paruh baya itu kepada pria yang dia yakini suami nya, wanita paruh baya itu berjalan mendekat ranjang gadis yang masih terbaring dengan banyak alat yang menancap di tubuh kecilnya.

"Sayang bilang sama mommy kamu butuh apa, hm?" ujar wanita paruh baya tersebut seraya mengelus pucuk kepala gadis itu dengan sayang.

"Aa-ir." ucap gadis itu terbata karena tenggorokan nya terasa sakit untuk sekedar berbicara.

Wanita itu mengambilkan gelas yang berisi air putih di atas nakas, kemudian membantu anaknya minum.

Sesudah minum tenggorkan gadis itu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Gadis itu menatap mereka semua bergantian, ada raut bingung dan penasaran di wajah pucatnya.

"Em, maaf om sama tante siapa ya?" tanyanya dengan lirih tapi masih bisa didengar orang yang betada diruangan nya.

Deg

Senyum orang yang berada di ruangan itu seketika luntur digantikan raut panik dan khawatir.

"Dokter, ada apa dengan anak saya dok!" panik pria baruh baya yang sedang mendekap istrinya yang menangis karena anaknya tidak mengenali drinya.

Dokter muda itu berjalan mendekati ranjang kemudian memeriksa nya.

"Masyallah ganteng banget dokternya, bisa gak sih daftar jadi calon bini nya." batin gadis berwajah pucat itu histeris.

Gadis itu mengigit jari telunjuk nya karena ia tak tahan dengan ketampanan manusia di depannya ini ga mungkin'kan dia teriak? Tenggorokan nya aja masih sakit.

"Sepertinya anak ibu mengalami amnesia, akibat benturan keras yang terjadi 1 bul..." sebelum dokter itu menyelesaikan ucapan nya tiba-tiba terdengar suara erangan dari gadis yang baru saja dia periksa.

"Argghh." erang gadis itu sembari memegangi kepalanya yang terasa berdenyut, dia mentap sekeliling tak lama dari itu kepalanya terasa makin sakit, kilasan memori yang bukan miliknya hadir menerobos masuk dikepalanya.

"Ck!!, gw ngerti sekarang, jadi gw ber ber ber apa anying oh iya bertansmigrasi ke tubuh ni cewek, kalau nggak salah namanya UTARA VINCENT GABRIELA SMITH, cewek yang suka bully, caper, manja, jangan lupa sama make up tebalnya kek banci perempatan, ihhh nggilani bangsad." batinnya menjerit lalu segera menghela nafas pelan.

"Tara kamu tidak apa-apa'kan?" ujar mommy khawatir.

"It's okey mom, aku sudah ingat maaf mom sudah membuatmu khawatir." ucap Tara memandang lekat mata mommy baru nya ini. Bolehkah Tara memangil nya mommy?

"Tidak apa-apa yang penting kamu sudah mengenali mommy mu yang cantik dan sexy ini." senang wanita paruh baya tersebut dan langsung memeluk Tara.

Daddy hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap istrinya masih sama persis ketika masa kuliah dulu.

"Sekarang kamu istirahat ya?" ucap sang pria paruh baya tersebut dan dibalas anggukan dari Tara.

"Selamat tidur sayang, kami tinggal keluar dulu kalau ada apa-apa pencet saja tombol itu, oke?" ucap mommy melepaskan pelukan mereka.

Sebelum kedua paruh baya itu keluar mereka menyempatkan untuk mencium dahi anak nya, setelah kedua paruh baya dan dokter menghilang dari balik pintu, Tara pun hanya bisa menghela nafas pelan dan segera menuju alam mimpi karena baru sadar dari tidur panjang nya, dan juga ia sedikit pusing di kepalanya sebab masih mencerna memori pemilik tubuh ini.

°°°

UTARA:Transmigration Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang