11. Crala dan Briant

119 123 7
                                    

Pulang dari perpustakaan Crala dan Briant pergi ke pasar Avazora untuk membeli buah dan kue. Mereka berencana ingin piknik berduaan di dekat sungai perbatasan antara Avazora dan Hutan Berbahaya.

Tapi sebelum piknik mereka berdua pergi ke cafe sihir untuk membeli minuman. Briant memesan satu kopi susu dan satu greentea untuk Crala.

Sambil menunggu Briant memesan minuman Crala duduk di meja dekat jendela. Seorang laki laki tiba tiba datang dan berdiri di dekat meja Crala sambil memegang sebuah kertas dan pena.

"ada yang bisa saya bantu?" tanya laki laki tersebut.

Crala terkejut saat orang di dekatnya bertanya dan Crala menggelengkan kepalanya. "tidak, terimakasih" ucap Crala.

Laki laki itu mengangguk dan "mau pesan minuman?" tanya laki laki itu sekali lagi kepada Crala.

Crala tersenyum dan menjawab "teman ku sudah memesankan sebuah minuman untukku" jawab Crala sambil melihat Briant berdiri di kasir untuk mengambil bungkusan minuman mereka berdua.

Crala langsung berdiri saat Briant berjalan mendekati dirinya. Briant memberikan bungkusan minuman kepada Crala dan memperhatikan laki laki di dekat Crala.

"Awan?" ucap Briant. Laki laki itu tersenyum.

Dia Awan Arthalan pemilik cafe sihir. Sebenarnya bukan dia pemilik cafe ini, tetapi kakak laki lakinya bernama Bintang Arthalan.

"kamu mengenalnya?" tanya Crala. Briant mengangguk.

"dia anak dari asrama Devflia. Kakak laki lakinya pemilik cafe sihir ini" jawab Briant sambil tersenyum ke Awan.

"Briant, aku harus menulis pesanan pelanggan lainnya. Sampai jumpa" pamit Awan dan pergi meninggalkan mereka berdua.

Briant dan Crala keluar dari cafe tersebut dan berjalan pergi menuju jembatan. Mereka mencari tempat untuk duduk menghadap ke sungai perbatasan Avazora dan Hutan Berbahaya.

Rambut Crala beterbangan kemana mana akibat angin. Saat Crala ingin memakan kue kukis yang baru beli di toko kue, Briant mengambil ikat rambut di pergelangan tangan Crala dan mengikatnya di rambut Crala.

Crala sedikit terkejut dengan perilaku Briant terhadapnya. Dirinya hanya bisa tersenyum dan mengunyah kue kukis di tangannya.

"Crala, kamu mau melukis ga?" tanya Briant kepada Crala dan meminum minumannya sambil memandang ke arah depan.

Crala menoleh ke arah Briant dan bertanya "memangnya kita mau melukis apa?".

"terserah" jawab Briant sambil menatap Crala.

"unicorn?"

"memangnya kamu bisa gambar unicorn?" tanya Briant sambil mempersiapkan cat untuk melukis.

"di coba aja dulu" jawab Crala dan mengambil kuas.

"di coba aja dulu" jawab Crala dan mengambil kuas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cedric & Crala of School Charbirline [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang