[4] Mask

217 165 185
                                    

Happy reading :>



















Sowon terhenti disebuah gang yang berada di perempatan kota Seoul, merasa ada yang mengikutinya dari belakang sedari tadi.

Ia mengumpulkan keberaniannya untuk menoleh kebelakang. Dengan cepat ia menoleh kebelakang, namun tak ada orang dibelakangnya, ia pun langsung memasuki gang tersebut dengan terburu-buru untuk cepat sampai ke rumahnya.

Bruk,

Sowon terjatuh, karena tersandung kayu, terlihat dari hadapannya seorang yang berpakaian serba hitam tengah menuju kearahnya. Sowon mencoba untuk bangun, namun naas kakinya tak bisa digerakkan.

Pria itu semakin mendekati Sowon tanpa ada jeda sedikit pun. Jantung Sowon memomp dua kali lebih cepat, sesekali ia menelan saliva-nya karena ketakutan. Sowon merangkak mundur menggunakan kedua tangannya, namun naas--kini ia sudah mentok disalah satu tembok gedung itu. Pria itu berdiri tegap dihadapan Sowon, dengan kedu tangan yang dimasukan kedalam saku hoodie hitamnya.

"Siapa, Kau?!" Sowon bertanya padanya, namun pria itu tak menggubris pertanyaannya. "TOLONG!!! TOLONG!!! TOLONG!!! TOLONG AKU!!!" Niat hati ingin meminta bantuan dengan beteriak sekeras mungkin, namun naas tidak ada satu pun orang yang menolongnya--Bagaimana tidak, mana ada orang yang akan melewati jalanan sepi dan kurang pencahayaan dimalam hari, gelap. Pria itu jongkok dihadapannya dengan sorot mata yang tertuju padanya, senyum smirk mulai muncul--namun tak terlihat karena ia memakai penutup wajah. Tangan pria itu memengang rahang Sowon dengan lembut, badan Sowon pun seketika menegang, keringat bercucuran dan air mata menetes samar. Pria itu mengusap air mata yang jatuh dipipi Sowon, lalu menggelengkan kepala--bertanda jangan nangis kepada Sowon.

Pria itu melepaskan tanganya yang tadi bertengker di rahang gadis itu, Sowon menetapnya sedu dengn rasa takut yang amat mendalam. Pria itu langsung memeluk erat Sowon. Lalu tak lama, mengeluarkan sebilah pisau dari saku hoodienya dan menancapkannya ke perut Sowon.

"Ahh," mata Sowon membulat dengan air mata yang perlahan mulai turun. Pria itu melepaskan pelukannya, lalu menusuk kembali perut Sowon dengan pisau itu sampai 3x, lalu ia menyimpan kembali pisau itu disaku hoodie-nya. Tangan pria itu memegang tangan Sowon, lalu tangan Sowon diletakkan atas perutnya yang tadi sudah ia tusuk, dan menekannya keras hingga Sowon meringis kesakitan. "Awwww," air mata Sowon menetes kembali, pria itu memegang kembali tangan Sowon. Lalu ia mengoleskan darah yang ada ditelapak tangan Sowon ke mata kanan Sowon hingga berbentuk seperti cat yang digoreskan pada kanvas. Mata Sowon perlahan mulai tertutup, akibatnya. Pria itu pergi dengan cepat ke arah selatan tanpa meninggalkan jejak, sedikit pun.

"Nona! Kau dimana?!" Teriak Jongsuk, menari keberadaan Sowon. Melihat ke sekeliling jalanan kota, namun tak menemukannya. Sampai ia melewati sebuah gang yang berada dipojok jalan, gelap dan sangat panjang. "Apakah mungkin Dia melewati jalan ini?" Gumannya dalam hati. Dan akhirnya Jongsuk memasuki gang itu dengan sangat hati-hati, karena pencahayaannya sangat kurang didalam.

Ia berlajan menyusuri gang tersebut, sampai akhirnya ada yang membuatnya berhenti--ketika ia melihat ada gadis yang terkapar dengan darah yang bersimbah dimana-mana. Jongsuk pun mendekati gadis itu, dan memastikannya. Alangkah terkejutnya ia ketika tau bahwa gadis tersebut adalah Sowon. "Nona!"

"Ya! Nona disini, cepat panggil ambulance dan anggota lainnya!" Suruh Jongsuk pada rekannya.

Tak lama, datang para medis dan beberapa detektif ke tempat perkara. Sowon langsung dilarikan ke rumah sakit kota dan polisi serta detektif pun berpencar untuk mencari bukti dll.

Backstreet Idol Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang