Kesalahan Nala

42 10 6
                                              

Di ruang Bk. Nampak seorang wanita paruh baya sedang berbicara kepada seorang murid perempuan cantik. Tidak. Lebih tepatnya memberi ceramah gratis pada seorang murid yang lagi naik daun di kantornya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Nala. Dia Nala, si preman sekolah.

"Sudah ibu bilang berapa kali, kalo kamu mau tetep disekolah ini kamu harus turuti peraturan tata tertib sekolah ini paham!"

"Iya elah bu, saya sudah mematuhi tata tertib, kurang saya dimana bu?" Ucap Nala santai sambil memainkan kunci motor miliknya.

"Masih membantah saya? Sudah jelas jam masuk sekolah itu 06.30 dan kamu sudah terlambat setengah jam!"

Nala melihat ke arah jarum jam tangan miliknya bahwa benar ia sudah telat setengah jam "terus ibu maunya apa?"

"Kamu itu ya bukannya minta maaf sama orang tua malah membangkang perkataan orang tua, kamu itu murid baru disekolah ini harusnya kamu. ."

Seketika perkataan Bu Dira terpotong karena perkataan dari Nala "maaf, udah kan?"

Lagi-lagi Nala melirik ke arah jarum jam tangan miliknya menandakan sudah menunjukkan pukul 8 tepat "Saya harus ke kelas dulu, waktu saya terbuang sia-sia karna ibu, permisi," Sambungnya.

Nala langsung berdiri dari kursi dan berlari meninggalkan ruang BK tanpa rasa bersalah sedikit pun. Tidak lupa juga sebelum Nala keluar, ia menundukkan kepala-nya dengan rasa sedikit hormat.

Bu Dira hanya menggelengkan kepala-nya sabar "Amit-amit jabang bayi," ucapnya sambil mengusap perutnya pasrah.

Siapa yang tidak mengenal Nala? Di usia sekolah Nala yang belum genap 5 bulan ini sudah memberi banyak perubahan pada sekolahnya.

Pak Joko misalnya. Pak Joko dikenal sebagai guru paling kejam dan ganas sepanjang sejarah. Namun hal ini sia-sia bagi Nala. Nyata-nya setelah bertemu dengan pak Joko diruang Bk waktu itu, tidak memberi perubahan sama sekali pada Nala dan naas, pak joko masuk rumah sakit akibat ulah Nala.

*

"Assalamualaikum bapak ganteng, maaf ya Nala telat," ucap Nala santai memasuki pintu kelas.

"Darimana kamu? Ini sudah satu jam memasuki jam pelajaran bapak" pak Budi menaikkan sebelah kumisnya. Tidak. Maksud ku menaikkan sebelah alisnya.

"Biasalah pak denger ceramah dadakan"

"bagus kalo kamu tobat, yaudah masuk" jawab pak Budi polos dan langsung melanjutkan materi-nya.

Murid dikelas yang tahu maksud Nala langsung menahan tawa mengingat perkataan itu sering Nala lontarkan kepada guru-guru yang baru mengajar disekolah ini.

"Buka buku kamu halaman 70" tunjuk pak Budi. "Siap pak," hormat Nala tersenyum kemenangan setelah berhasil mengelabui pak Budi.

Seperti biasa, Nala duduk di paling pojok kelas. Ia memang sudah terbiasa duduk sendiri sehingga ia dapat leluasa tidur sekaligus mengepek pada saat ujian.

"Nal, Lo kemana aja si? Gue daritadi nyariin dari ujung ke ujung ga ketemu," ucap Keyla menghadap ke belakang dari tempat duduknya. Sahabat dekat Nala.

Nala dengan santai mengeluarkan buku paketnya sambil membuka halaman yang ditujukan pak Budi tadi "Gue abis diceramahin sama Bu Dira"

Keyla menepuk jidat. Apakah temannya satu ini sudah tidak waras? Dalam satu minggu Nala terhitung telah memasuki ruang BK kurang lebih 10 kali. Ya dalam satu hari Nala dapat membuat 2 kenakalan. Apakah Nala sangat terobsesi dengan ruang BK? Ah tidak, Nala tidak segila itu.

"Lo ga ada abisnya ya buat ulah mulu, Lo ga cape apa dimarahin terus sama guru?" Nala tidak mengindahkan perkataan Keyla, daritadi Nala sibuk memperhatikan soal yang diberikan pak Budi.

GERYNALA ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang