TR-5

27 12 2
                                    

Rain turun dari rooftoop dan kembali ke kelas, ini sudah waktunya istirahat jadi kelas pun kosong.

Kelas

Rain berada di kelas. Dia melihat pemandangan yang tidak biasa, ada seseorang yang sudah lama tak di temui nya. Orang yang sangat dia benci, berharap tidak pernah melihat orang itu lagi tapi kenapa orang itu tiba-tiba di hadapan nya.

Orang itu, Mentari.

Orang itu pun tersadar dia melihat ke arah Rain.

"Oh, hai rain!!" Sapa Mentari, kemudian dia mendekat ke arah Rain.

"Berhenti." Tangan Rain mengepal, dia benci ketika bertemu dengan Mentari.

Mentari adalah sepupu Rain, orang tua mentari sudah lama bercerai. Orang tua mentari meninggalkan Mentari bersama keluarga Rain. Tetapi gara-gara mentari, kasih sayang Ayah nya terhadap Rain semakin berkurang, ayah nya hanya peduli tentang Mentari, dan mulai mengabaikan Rain, ketika ayah Rain pergi keluar negeri untuk pekerjaan. mengetahui hubungan antara Rain dan Mentari tidak baik. Mentari pun di ajak oleh Ayah Rain mengikuti nya ke luar negeri.

Rain kira dia tak akan melihat Mentari lagi. Karena setiap tahun jika ayah nya pulang, Mentari tak pernah ikut.

Mentari menyeringai.

"Kenapa Rain, Kita kan udah lama gak ketemu," Mentari semakin melewati batas dia tetap berjalan mendekati Rain yang berada di depan pintu.

"BERHENTI!!, GUE BILANG BERHENTI SIALAN!!"

Teriakan Rain membuat sekitar nya menetap ke arah nya.

Mentari berhenti melangkah sejenak, tapi tak lama dia kembali mendekati Rain.

Rain benci Mentari, sangat membencinya, dia adalah contoh manusia bermuka dua. Ayah nya selalu memarahi bahkan memukul Rain, itu ulah Mentari. Mentari yang mengadukan hal-hal yang bahkan tidak Rain lakukan Terhadap Ayah nya Rain.

Mentari terkekeh.

Mentari sudah berada di hadapan Rain, Mentari memainkan Rambut Rain dia melilit-lilitkan ujung rambut Rain ke jarinya.

Tinggi Rain memang kalah jika dengan Mentari. Mentari memiliki Tubuh yang proporsional dia tinggi, berkulit putih, berbadan langsing, memiliki kaki yang panjang, dan Rambut yang terurai dengan indah.

Tangan Rain semakin mengepal, dia takut tidak bisa menahan amarah nya. Sebelum amarah nya meledak, dia milih pergi.

-///-

Kantin.

Adit duduk di seberang indah, mereka makan bersama di satu meja. Adit masih terdiam memikirkan cara menanyakan nya kepada Indah.

"Emm... Ndah,"

"Napa dit,"

"Lo tau Sky kan? "

"Tau, temen lo itu kan," jawab indah sembari memakan makanan nya.

"Lo tau gak kenapa Sky bisa bareng sama Angel,"

Indah tersedak dia menyemburkan makanan yang tadi penuh di mulutnya ke muka Adit.

"Wuahhh kapan dit kok Indah gak liat, Adit bohong ya? ayok ngaku! " Jawab Indah dengan mulut yang masih penuh dengan sisa-sia makanan tadi.

"Gak jadi," Adit memilih pergi ke kelas nya Rain.

-///-

THE RAIN(Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang