chapter 18

455 65 5
                                    

Maaf ya kalau setiap chapter nya kurang feel, aku berusaha memperbaiki cara penulisan dan bahasa agar nyaman buat kalian baca buat story aku yang lain nya bahasa nya agak lebih ringan dan santai bisa kalian cek work aku lain nya, ada beberapa. xoxo :)

Happy reading

            Agak nya setelah pertemuan dengan Jungkook beberapa hari yang lalu cukup membuat Taehyung merasa was-was, kian dengan hati yang merasa kalut mana kala daksa mungil yang kini tengah meracik sarapan pagi untuk nya suatu saat akan melakukan hal tersebut pada orang lain, sungguh Taehyung tak akan merela, walau ia tahu Airin begitu mencintai nya, tapi Taehyung kepalang takut, barangkali takdir akan bermain lagi dengan nya membiarkan gadis itu pergi untuk kedua kali.

Tentu Taehyung sudah membangun benteng yang kokoh agar bagai mana pun Airin tetap di sisi nya, bersama nya bahkan hingga menua dan renta.

Airin mendengus dengan lantas mendesah tertahan manakala Taehyung dengan nakal membubuhi kecupan pada kulit leher pucat nya dan beraroma vanila, sedikit gigitan kecil karena gemas, tangan nya sudah di lilitkan memeluk begitu erat pada pinggang sang gadis.

Sudah dua hari semenjak kepulangan Jungki dari rumah sakit, setidak nya bocah kecil itu jauh lebih baik sekarang dan bisa bermain seperti sediakala selayak bocah seusia nya, lantas Taehyung yang jelas di sibukan dengan urusan kantor pun membuat waktu nya tersita banyak, kendati untuk bermesraan saja sulit.

"Kau ini kenapa sih?"Airin mencoba untuk melepaskan kukungan tangan Taehyung di perut nya, tapi nyata nya sulit."Kim, kau tidak akan bisa sarapan pagi jika begini."masi sama Taehyung seolah tuli, membuat Airin hanya mendengus lantas pasrah, jika dalam mode manja Taehyung memang sulit di cegah.

"Aku rindu"bisik nya kelewat sensual pada daun telinga Airin, bahkan Airin bisa merasa kecapan basah pada daun telinga yang sengaja di gigit pelan, membuat tubuh nya meremang dan bereaksi lain.

Taehyung membalik posisi Airin agar berhadapan dengan nya, dengan lantas dua obsidian yang saling menatap satu sama lain, kini dengan binar di buat sayu, dengan tubuh yang sedikit condong dan tangan yang  bertumpu pada pantry, mengikis jarak semangkin tipis.

Manik jelaga nya menyorot penuh pada ranum yang terlihat basah ingin sekali di kecup namun Taehyung urungkan beberapa menit dengan kini manik yang tertuju pada binar sang gadis yang tampak gugup.

"Kau tidak rindu dengan ku?"

Airin hanya mengangguk dengan senyuman kelewat tipis"aku juga rindu dengan mu" entah bagai mana suasana kian sepi dan canggung dan hanya ada suara deru angin dari bingkai jendela yang tak jauh dari mereka dan suara kompor yang menyala dan baru saja di matikan oleh taehyung.

Taehyung mengecup lama kening Airin, afeksi yang Taehyung berikan membuat Airin memejamkan mata, cukup lama, hanyut dalam suasana damai, Taehyung menepikan rambut yang menutupi wajah cantik sang gadis lantas bibir nya beralih mengecup ranum Airin penuh gairah dan lembut secara bersama, mengecup bibir atas dan bawah secara berulang hingga menimbulkan suara kecapan basah dari bibir kedua nya.

Tangan Taehyung dengan nakal menyusuri punggung airin menelusuk dan mengelus lembut setiap inci kulit mulus yang berada di balik baju kaos yang Airin kenakan, penuh afeksi hingga dengan nakal nya Taehyung dengan sengaja membuka pengait bra di tengah bibir yang bereaksi.

Airin itu termasuk gadis yang peka terhadap sentuhan, ia melepas pangutan nya secara sepihak, merasa  tak nyaman pada dada nya.

"Taehyung, ini tidak nyaman sekali."pungkas Airin saat merasa pengait bra yang terlepas tentu tidak nyaman sekali.

Hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang