Part 6 - Closer

Mulai dari awal

"Ya udah yuk." Mereka pun pergi menuju toko donat yang dimaksud dan nyemil-nyemil cantik disana. Sampai saat ini pun, tak ada yang tahu apa maksud dari 'nyemil cantik' itu sendiri.

Aubrey beranjak dari kursinya, merasa masih belum puas "Eh gue mau pesen yogurt, lo mau nggak?"

"Mau deh, topping-nya kaya biasa ya." Kemudian Aubrey pun mulai mengantri untuk memesan.

Selagi menunggu, Cloudy memperhatikan segala aktivitas yang ada disekitarnya, kebanyakan pengunjung adalah keluarga yang sedang asyik bercengkrama, membuatnya merasa sedikit iri.

Sampai kemudian dari kejauhan terlihat sosok wanita yang sangat familiar baginya. Wanita itu terlihat menggandeng seorang pria yang sangat pantas bersanding dengannya, dilihat dari barang bawaan laki-laki itu sepertinya mereka habis berbelanja. Cloudy terus memperhatikan pasangan itu.

"Lo liatin apa sih, Dy? Sampe segitunya banget." Aubrey mengikuti arah pandang Cloudy.

Dan ketika pasangan itu mulai mendekat ke arahnya, Cloudy pun mulai menyadarinya. "Oh ya ampun, Kak Senna!" Ia menghampiri pasangan itu. Ia senang, merasa lega karena yang diharapkannya akhirnya terwujud.

"Hai Cloudy~"

Cloudy langsung memeluk wanita yang tak lain adalah tetangganya sendiri "Kak Senna kemana aja?"

-----

"Jadi, seminggu kemarin aku ke New York, engga ada niat apa-apa sih, cuma pengen refreshing." Kak Senna mulai bercerita ketika mereka berempat –Cloudy,  Aubrey, Kak Senna dan gebetannya- duduk disebuah cafe.

"Dan kalo soal Adrian... hmm paling itu kerjaan Papa lagi." Lanjut Kak Senna.

Cloudy merasa heran dengan sikap Senna yang biasa saja. "Maksud kakak?"

"Yaa Adrian pasti udah cerita kalo dia kabur dari rumah, kan? Nah selama dia tinggal di apartemen aku itu, dia bilang jangan kasih tau Papa. Jadi gitu deh, Papa nyuruh orang-orangnya buat bawa pulang Adrian. Jadi kalo selama ini kamu mikir Adrian diculik itu salah, dia ada dirumah kok." Kak Senna terkekeh pelan.

"Kalo boleh tau kenapa sih Adrian kabur dari rumah, Kak?" tanya Cloudy semakin penasaran. Jiwa kepo-nya keluar seperti biasa.

"Mending kamu minta penjelasan sendiri ke orangnya deh."

-----

Sabtu ini, Cloudy memutuskan untuk menemui Adrian setelah diberitahu alamat rumahnya oleh Kak Senna. Setelah selesai mengerjakan semua tugas sekolah, siang harinya Cloudy bersiap-siap untuk menemui Adrian dirumahnya.

Ia mengenakan dress berwarna baby pink selutut dengan tas selempang dan flatshoes yang berwarna putih, cukup sopan mengingat nanti ia akan berhadapan dengan orangtua Adrian. Sebenarnya, Aubrey memaksa ingin ikut dengan dirinya namun karena ada beberapa hal yang harus diluruskan Cloudy, maka ia tidak membolehkannya.

Setelah semuanya siap, Cloudy bergegas menuju rumah Adrian dengan diantar oleh mas Anton. Kemungkinan besar ia akan sampai disana pada sore hari, karena ketika akhir pekan kemacetan menjadi dua kali lipat dari biasanya.

-----

Ting tong~

Ini sudah kali ketiganya Cloudy menekan bel pintu rumah Adrian. Sejak beberapa menit yang lalu ia sudah sampai dirumah yang sangat megah ini, rumah yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, lingkungannya juga terlihat terjaga keasriannya. Cloudy sampai heran mengapa Adrian meninggalkan rumahnya ini.

Cklek

Seorang asisten rumah tangga akhirnya membukakan pintu. "Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan sangat halus.

Only One [Completed]Baca cerita ini secara GRATIS!