Tears

58 13 2
                                              

"Biar ku antar Noona pulang" Tawar Yeonjun sebagai tanda formalitas dan terima kasih.

Aletta ingin sekali namun ia sadar ini bukan hal yang benar. "Tidak apa, aku bisa sendiri. Mobilku baik baik saja". Yeonjun mengangguk paham.

"Ah iya, aku berharap Soobin baik baik saja. Aku juga berharap kalian jangan terlalu khawatir. Soobin orang yang kuat, tolong tetap disisinya". Lanjut gadis itu. Setelahnya dia pergi menuju tempat dimana mobilnya terparkir, namun sebelumnya dia membungkuk untuk memberi salam atau tanda hormat yang merupakan budaya korea.

"Dia orang baik" Ucap Yeonjun.

Aletta POV.

Sungguh, rasa takut menghantuiku sekarang. Bagaimana bisa? apa yang akan terjadi?. Aku sangat berharap Soobin baik baik saja. Hanya menanti sebuah keajaiban yang akan terjadi untuk pria baik itu.

Tubuhku mulai masuk kedalam mobil. Dengan kaki yang masih gemetar, aku belum berani berkendara. Beberapa kali ku hebuskan nafas untuk menetralkan diriku. Dalam setiap hembusan itu air mataku ikut keluar membasahi kembali pipi yang sebelumnya telah kering.

Menangis bagiku adalah hal yang melelahkan namun menahan tangisan juga hal paling menyakitkan. Tenggorokanku akan tercekat dan hatiku juga akan sangat perih. Ku biarkan emosiku meluap sekarang.

Air mata ini seperti berlomba lomba untuk keluar. Aku tidak pernah menangis separah sekarang. Kenapa aku sangat emosional hari ini? Ada apa denganku?

Tanganku terarah menuju atas kepala, membenarkan hijab yang sedikit berantakan.

"Kenapa basah?" Tanyaku pada diri sendiri. Kulihat telapak tanganku, merah. Kurasa itu darah Soobin saat dia sedikit menyentuh kepalaku.

"Kenapa kamu kasih aku ini Bin" nafasku tercekat, begitu menyakitkan melihat sisa kesakitan dari Soobin ada pada diriku.

Aletta POV end.

~

Empat laki laki berpostur tinggi berlari menuju ICU, ruangan yang didalamnya terdapat seorang yang sedang berjuang untuk hidupnya.

Banyak orang dirumah sakit ini, dan kebanyakan dari mereka tau siapa empat pria itu.

"Bukankah mereka Txt? Sedang apa disini. Kenapa hanya empat? Tunggu, dimana Soobin" ucap salah satu pengunjung rumah sakit. "Tidak mungkin".

Yeonjun, Beomgyu, Taehyun dan Hueningkai. Tidak ada satupun dari mereka yang tidak menangis.

"Hyung~" Hueningkai memanggil Yeonjun, suaranya sangat jelas bergetar. Begitu menyakitkan saat Yeonjun melihat mata indah adiknya basah karena air mata.

"Huening-ah, menangislah jika kau ingin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Huening-ah, menangislah jika kau ingin. Kemari dan peluk hyung" Dengan sekali langkah Hueningkai sudah berada didalam dekapan Yeonjun. Wajah sembabnya ia tenggelamkan diceruk leher Yeonjun.

The Hidden | 수빈 | --[REST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang