Part 7 - Rumah Sakit

18 9 7
                                    

Tujuh hari setelah proses lamaran, Nisa resmi menjadi tunangan Rian.

"Hem, gimana nih rasanya jadi calon istrinya dokter?" celetuk Fafa.

"Biasa aja," jawab Nisa datar.

"Masa?"

"Mau tahu atau mau tahu bangat?"

"Nggak mau tahu!" balasnya ketus.

"Ya udah, gue mau ke rumah sakit."

"Ngapain?"

"Mau kontrol kebahagiaan, takutnya gue diabetes," ucapnya sembari berjalan dengan sangat santai.

"Ih, mentang-mentang sekarang udah bahagia, santai aja kali."

"Iri bilang, Bu," sahut Nisa.

"Nggak, gue juga punya."

"Masa?"

"Mau tahu atau mau tahu bangat?" ucapnya kembali mengulang perkataan Nisa.

"Bodo amat!"

Fafa terpatung, Nisa meninggalkannya seorang diri.

"Kira, ikut Mama ke rumah sakit ya," sahut Nisa, Akira berlari kecil menghampiri ibunya.

"Mama akit a? Enapa nda ilang-ilang na Ila?"

"Bukan, hari ini kita mau temuin Papa," jelasnya.

"Yey Ila etemu Papa agi, Ila enang cama Papa Ila, Papa na Ila aik na Ila," celoteh anak menggemaskan itu.

"Iya dong, bilang dada sama Onty-mu itu."

"Ada Onty, Ila au etemu Papa ulu, Onty aga lumah aik-aik na, Ila na elgi ulu cama Mama."

"Iya hati-hati." Fafa memaksakan senyumnya. "Dasar resek lu," gerutunya.

"Sekali lagi, kalau iri bilang," sahut Nisa, Fafa diam mengumpat kesal.

Di sela-sela hari menjelang pernikahan, Rian justru disibukkan oleh tugas rumah sakit yang mulai sangat padat, banyak pasien yang berdatangan, jadwal prakteknya itu membuat ia tidak punya waktu beberapa hari hanya untuk sekedar bertemu dengan Nisa dan Akira.

"Dokter Rian, ada pasien yang membutuhkan penanganan serius, segera ikut saya ke ruangan Dok," ujar salah satu koas pimpinan Rian dengan sebuah ambu bag di tangannya.

Rian mengikuti ke mana arah koas itu berjalan, hingga mereka tiba di ruangan. Benar saja, aura mencekam terasa sangat jelas di ruangan itu.

"Segera lakukan tindakan medis!" seru Rian pada beberapa koas yang ada di ruangan itu.

Pasien langsung dipindahkan ke ruang UGD dengan bangkar untuk melakukan perawatan lebih lanjut.

"Pasien mengalami luka tusuk di bagian perut, potongan benda tajam itu patah dan bersarang di dalamnya. Hubungi keluarga pasien, kita perlu persetujuan untuk melakukan tindak operasi," perintah Rian yang langsung disegerahi.

The Past [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang