Makasih

46 20 17
                                              

Jangan lupa vote dulu ya❤

Bagi yang belum follow, silahkan follow dulu🙏

☕☕☕

Kelvin memijat pangkal hidungnya frustasi.Haruskah ia melepaskan Maya kepada keluarganya sekarang?

Haruskah ia melepaskan maya kepada keluarganya sekarang?  namun Apakah itu tak terlalu beresiko?Apakah nanti itu tak terlalu bahaya untuk maya sendiri?

lalu Apakah nanti Maya akan bahagia?Terus kalau nanti bahagia, terus kalau nanti?

Banyak sekali pertanyaan yang bersarang di otak Kelvin.Namun disaat Maya memilih kembali ke keluarganya,Kelvin harus bagaimana?

Dia sama sekali tak punya hak atas Maya.Memang dia siapa?

Perlahanin,kenangan demi kenangan yang pernah dialaminya bersama Maya menari-nari begitu saja tanpa Iya Suruh.

Ah cewek itu,kenapa harus membingungkan seperti ini.

Ponsel Kelvin berdering pertanda Ada telepon masuk.

Dari Mira?untuk apa dia menelpon di situasi yang seperti ini.

"Ya halo?" Ucap Kelvin.

" siang Pak saya mau memberi kabar Nanti malam jam 7 specta cafe ingin bertemu dengan anda,"tutur Mira yo the point.

Kelvin menghela nafas berat"Ani mana?"

"Saya sudah menghubungi Mbak Ani sejak semalam,tapi telepon saya gak ada yang di angkat sekalipun pak."

"Yaudah."

Kelvin langsung memutuskan sambungan sepihak,pandangannya teralih pada tumpukan kertas di depannya.Masih banyak berkas-berkas penting yang harus ia tandatangani,namun baru saja Kelvin memegang salah satu di antara banyak kertas. Pintunya di ketuk seseorang.

"Masuk."

"Maaf Pak, ini sudah jam meeting. Anda sudah di tunggu client."

☕☕☕

Maya menatap nanar orang yang berbaring di depannya,sudah 1 hari lebih Ia koma.Namun tak ada tanda-tanda ia akan membuka mata.

Maya mendekati brankarblalu mengusap kepala Andre dengan lembut, gadis itu memejamkan matanya sejenak,menahan agar air mata itu agar tak terus mengalir deras.

"Bang Andre kapan bangun?"suara Maya yang serak ini kembali terdengar.

"Kalau bang Andre pulang katanya mau ngajak maya jalan-jalan?tapi Bang Andri bohongin Maya.Bang Andre bohongin Maya."Tanpa di disuruh pun Air Mata Maya keluar dari pertahanannya.

"Bang Andre juga pasti nggak tahu kan kalau maya sakit banget pas liat Bang Andre,Bang Rafa,Ayah,sama Bunda senyum bareng meta dulu pas di restoran Jepang.Bang Andre pasti nggak lihat Maya kan?Maya tahu."

Cewek itu menyeka air matanya berulang kali.

"Hiks hiks.Maya sayang Bang Andre, sayang banget."

TaMaya (On Going) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang