ENAM

42 21 53
                                    

"Bintang suka sama lo Put. Lo ga denger tadi?" ucap Dika polos

"Bodoh ! Gw ga suka sama Putra. Gue suka sama dia." ucap Bintang sambil menunjuk orang dengan dagu nya.

-0o0-

"Jadi mulai hari ini kamu bawa bekal ya."

Bintang mendengus mendengar penuturan mamanya.Ia tahu perut nya sangat sensitif. Tapi apa harus membawa bekal? Oh ayolah dirinya sudah SMA bukan anak Tk lagi ck.

Sudahlah mau bagaimana lagi? Jika ia tak membawa bekal akan ada ceramah dadakan dirumahnya ini.

"Dih bawa bekel. Anak tk lo?" cibir seorang berperawakan tinggi sambil memakan sarapan nya dengan tenang.

Yang sukses mendapat delikan tajam dari Bintang.Seketika nyali Mars ciut ketika netra coklat itu menatapnya sengit.

"Udah Udah kaliam apaan sih! Udah gede juga masih aja berantem kayak anak kecil." suara lembut itu mengintupsi kedua kakak beradik tersebut.

                             -0o0-

Saat sedang asik menikmati semur jengkol yang dibawakan mama nya sebuah tepukan mendarat di bahu Bintang.

"Woi , bawa bekel lo?" ucap Putra dengan nada yang menyebalkan.

Suasana kantin SMA Bagaskara yang ramai serta teriakan heboh siswa kantin saat tahu Bintang membawa bekal membuat kepalanya pening.

Jika di tanya apa Bintang se terkenal itu? Jawaban nya adalah iya. Bagaimana kaum hawa tidak jatuh hati kepada seorang Bintang Rifaldi Andrian lelaki tampan , ramah dan humoris.

Oh! Jangan lupakan senyumnya yang memabukan itu.

Samar samar ia mendengar Febi dan Icha menggosipkan dirinya.

Huh bukan nya pembahasan cewek memang tak jauh dari kata 'gosip' ?

"Gilaaa kalian tau ga gosip terhangat hari ini?" ucap Febi sambil mengibaskan rambutnya.
Oh satu lagi , jangan lupakan kipas kebanggan merah kebanggannya itu.

"Gosip apaan?Paling gak jauh jauh dari ketos atau enggak yaaa waketos kita." sinis Icha.

"Bener banget. Ternyataa ketos kita itu bawa bekel guys.Dia tuh sempet keracunan makanan. Siapa sih yang tega bikin my baby honey keracunan?" kata Febi sambil memonyong monyongkan bibirnya bak anak kecil.

"Gak usah di monyong monyongin tuh bibir. Minta gue cium lo?"

Jangan tanya bagaimana respon Langit , yang pastinya dia akan menulikan perkataan tak berguna kedua anak setan yang tak lain kedua sahabatnya.

Entah kenapa ia sangat benci dengan manusia sok ganteng dan slalu mengganggu nya.

"Udah sih ga usah bahas dia. Gue tuh benci banget sama dia pokoknya." ucap Langit sambil memakan keras keras bakso dihadapannya seakan dia memakan Bintang hidup hidup.

                           -0o0-

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak 15 menit lalu. Namun , tak kunjung membuat seorang pria beranjak dari tempatnya.

Mager!

Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan Bintang saat ini.
Sejak tadi ia hanya leyeh leyeh tanpa mendengarkan guru yang mengajar. Badan nya terasa lemas.

Tiba tiba notifikasi hp nya berbunyi.

Putra
Woy dimana lo?
Gue otw ke rumah lo
Numpang makan 🤣🤣🤣

𝙰𝚔𝚞,𝙺𝚊𝚖𝚞 𝚍𝚊𝚗 𝙻𝚊𝚛𝚊[𝙾𝚗 𝙶𝚘𝚒𝚗𝚐]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang