*Psst* Notice anything different? 👀 Find out more about Wattpad's new look!

Learn More

Part 5 - What's Going On?

1.1K 34 0

Hah? Demi apa?

"Lo nggak bercanda kan, Dri?" Cloudy tidak percaya dengan pernyataan Adrian barusan.

"Perlu gue tunjukkin kartu keluarga gue?" Adrian terlihat malas untuk menjelaskan pada Cloudy.

Dengan polosnya Cloudy menjawab "Iya, mana coba liat."

Adrian hanya mendelik. "Ya kali gue kabur bawa-bawa kartu keluarga."

"Seriusan, Dri. Kok gue nggak tau sih Kak Senna punya adik sebening lo?!" tanya Cloudy masih juga penasaran.

"Nah sekarang lo udah tau kan." Adrian mengambil remote TV, lantas menggonta-ganti channel.

"Gue kirain lo salah satu koleksinya Kak Senna, hehe. Makanya gue mikir 'gila, Kak Senna doyan berondong juga' gitu, hehe." Ujar Cloudy, meratapi kebodohannya selama ini.

"Eh tapi Kak Senna tuh hebat banget ya, seminggu bisa belasan kali ganti cowok. Kaya kemaren tuh, Kak Senna bawa cowo blasteran Belanda-Thailand, parah ganteng banget! Mana mukanya mulus banget, jadi pengen elus-elus."

Eh.

Adrian hanya menatap layar televisi, sama sekali tidak memperdulikan ucapan Cloudy.

Respon apa kek gitu. Ini diem aja, berasa ngomong sama patung pancoran.

"Lo ada makanan apa?" tanya Adrian.

Oh laper ternyata.

"Lo suka tuna salad nggak?"

-----

Mereka berdua pun memakan tuna salad yang dibuat oleh Cloudy.

"Hmmm." Hanya itu respon Adrian ketika mencicipinya.

"Enak, nggak?" tanya Cloudy penasaran.

"Enak. Lo belajar masak dari siapa? Nyokap lo ya?" ujar Adrian kemudian memakannya lagi.

"Bukan. Belajar masak sendiri." Raut wajah Cloudy seketika berubah menjadi masam. Namun Adrian tidak menyadarinya.

"Udah kenyang?" tanya Cloudy setelah mereka selesai makan dan kembali ke ruang tengah untuk menonton televisi.

"Udah. Padahal gue nggak suka sayur sebenernya, tapi enak juga tuna salad bikinan lo. Makasih ya." Ujar Adrian lalu tersenyum.

"Iya, sama-sama." Jawab Cloudy. "Eh gue kepo deh. Lo kenapa sih kalo di sekolah sikap lo dingin banget sama orang-orang, senyum aja nggak pernah, tapi kenapa kalo di depan gue lo jadi berubah 180 derajat begini?" lanjutnya.

Lagi-lagi Adrian mengacuhkannya.

Cloudy mendengus sebal dan berdiri bermaksud untuk meninggalkan Adrian, namun Adrian menarik lengannya dan memaksanya untuk duduk kembali.

"Karena... nggak tau kenapa gue cuma ngerasa nyaman sama lo. Aneh sih kalo inget kita baru kenal beberapa hari." Tukas Adrian, ia tidak menyadari bahwa jantung seseorang berdetak tak karuan mendengar pernyataannya barusan.

Terjadi keheningan beberapa saat, yang terdengar hanya suara dari televisi.

"Hmm, kalo boleh tau, kok Kak Senna nggak tinggal satu rumah sama lo dan keluarga lo sih?" tanya Cloudy ditengah keheningan.

Adrian beranjak dari tempat duduknya "Gue balik dulu ya, kayanya cowonya Kak Senna udah pulang."

Menghindar terus kalo ditanya soal keluarga, huh.

-----

Pagi ini, Adrian berangkat sekolah diantar oleh kakaknya, Senna. Kebetulan pagi itu Senna sedang ada urusan jadi sekalian mengantar Adrian ke sekolah.

Only One [Completed]Read this story for FREE!