chapter 16

664 91 12
                                    


Yang vote pasti istri taehyung 🌚

     

          Barangkali hampir 15 menit Jungkook berdiri, dengan keadaan lemah dan tungkai yang bergetar, pun mata yang nyaris berair, dokter berpesan untuknya beristirahat tapi nyatanya Jungkook memilih berdiri di depan ruang rawat dengan kaca persegi empat yang jelas menampilkan presensi bocah tiga tahun yang tengah berbaring tak berdaya dengan bantu selang oksigen, setidak nya kini kondisi Jungki jauh lebih baik setelah mendapat donor darah dari Jungkook.

Jungkook di selimuti rasa bersalah yang memuncak kala diri nya membayangkan kembali bagai mana Jiha berjuang sendiri demi Jungki anak nya, demikian Jungkook berpikir apakah ia pantas menjadi seorang Ayah yang nyata nya telah menelantarkan anak nya sendiri.

Samar hentakan sepatu memenuhi rungu lantas tidak menoleh karena Jungkook tahu itu Rahel, dengan elusan lembut di pundak menghantarkan Jungkook pada kesadaran dari kesedihan yang nyaris memporak-porandakan hati nya.

Menyeka air mata, demikian Jungkook menoleh dengan senyuman yang terlihat terpaksa barangkali untuk menunjukan bahwa ia baik-baik saja namun fakta nya netra coklat itu tak bisa berbohong membuat sang gadis merengkuh tubuh ringkih Jungkook kedalam pelukan nya.

"Aku tahu ini berat untuk mu, tapi percaya lah Jungki baik-baik saja"

Jungkook memejam kan mata, kepala nya yang berada di antara perpotongan leher sang gadis nyata membuat nya begitu nyaman sebab Jungkook memang membutuh kan sandaran.

"Apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahan ku ra?"

_____

Kini bulan telah mengambil alih posisi matahari, dengan cahaya samar pun dengan beberapa bintang yang tampak jelas dari kaca jendela kamar persis di mana kini taehyuyng berdiri, daksa tegap itu kini tengah merasa gusar sejak kepulangan dari rumah sakit karena permintaan Jungkook untuk menjaga anak nya sendiri tak ingin merepotkan Taehyung lagi, namun selama ini Taehyung justru tidak pernah merasa di repotkan.

Pelukan hangat begitu terasa di kala angin malam yang meniup sejuk daksa yang kini di peluk oleh sang gadis cantik kelewat erat pun dari belakang tetap membuat Taehyung berdebar dengan senyuman tipis berhasil membubuhi kecupan pada surai hitam saat kepala Airin bergantung manja di pundak sang kekasih.

Dengan sengaja menggesekan kepala pada pundak Taehyung dan sesekali menghadia kan gigitan kecil pada bahu, membuat taehyung meringis, sebab Airin tidak suka di abaikan begini.

"Bagai mana jika benar jungkook akan membawa Jungki nanti?"

Taehyung menarik tangan Airin, jari gadis itu tampak lebih kecil jika di genggaman nya, taehyung mengecup punggung lengan Airin sebelum kembali membawa lengan gadis itu untuk memeluk pinggang ramping nya lebih erat.

"Aku belum membicarakan hal itu dengan Jungkook, mungkin nanti, tapi jika Jungkook menginginkan nya aku tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih Jungkook akan berubah lebih baik"

Tidak ada respon Taehyung memutar posisi nya menjadi berhadapan dengan Airin, jari-jari lentik nya begitu lembut membenahi posisi rambut sang gadis  dengan lengan Airin yang masi tetap memeluk pinggang Taehyung.

"Kau kesepian ya?"tanya Taehyung dengan binar yang saling bertemu dan anggukan kecil dari Airin sudah membuktikan tentang apa yang di raskan gadis itu sekarang.

"Kapan aku bisa menemui orang tua mu?"satu lagi pertanyaan dari Taehyung namun kali ini nyaris membuat Airin mengerutkan dahi bingung.

"Untuk apa?"

Hiraeth | Kth  ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang