Part 4 - You... What!?

1.2K 40 0

"Ada apaan sih sebenernya?" tanya Cloudy ketika mereka berdua sudah masuk ke dalam apartemennya.

"Terlalu complicated buat dijelaskan." Jawab Adrian dengan tatapan matanya yang sayu.

"Ya udah mending lo duduk dulu di sofa situ, muka lo pucet banget kaya abis kepergok lagi mesum di warung remang-remang." Tukas Cloudy sambil menunjuk sofa yang terletak di ruang tengah apartemennya.

Kemudian Cloudy berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Adrian.

"Nih minum dulu biar enak." Cloudy menyodorkan teh manis hangat ke hadapan Adrian. Kemudian Adrian langsung menenggak habis minumannya itu.

Buset haus Pak Haji? Cloudy menatap Adrian dengan sangat heran.

Terjadi keheningan selama beberapa saat.

"Gue tau kita baru kenal hari ini, tapi lo bisa cerita ke gue kok kalo lo mau, tapi itu kalo lo mau ya, gue sih nggak maksa, tapi setidaknya lo kasih penjelasan dong ke gue, kan gue jadi bingung ada apaan, terus biasanya kalo gue kepo gini malemnya suka kepikiran, terus kalo gue nggak bisa tidur nanti..." Cloudy langsung membungkam mulutnya ketika Adrian menatap tajam dirinya.

"Huuhhhh." Adrian mencoba menenangkan perasaannya dengan cara mengambil nafas lalu membuangnya secara perlahan.

Sementara Cloudy hanya diam saja karena merasa takut salah bicara lagi.

"Lo tinggal sendiri disini?" tanya Adrian memecah keheningan.

"Iya, tapi sebenernya ada Mba Yeni, asisten rumah tangga gue sama Mas Anton, supir pribadi gue. Cuma mereka kalo udah jam segini pulang ke rumahnya, deket sih dari sini." Jawab Cloudy.

"Loh kenapa mereka nggak tinggal disini aja?" Adrian pun semakin penasaran.

"Mereka kan suami istri, terus kalo tinggal disini kan ada gue, ya you know what i mean lah, hehehe." Ucap Cloudy sambil terkekeh kecil.

Adrian pun hanya memanggutkan kepalanya. Setelah itu, terjadi keheningan lagi, Cloudy masih terus menatap Adrian, menuntut penjelasan.

"Gue tau gue ganteng banget, tapi jangan diliatin terus kali!" Kata Adrian masih menatap lurus ke depan.

Amit-amit, pede banget nih cowok.

"Adrian..." Cloudy berbicara dengan nada memelas, Adrian pun menoleh.

Kemudian Cloudy mendekat seraya berkata "Gue kepo. Ceritain dong ke gue." Cloudy memakai jurus childish-nya yang (dirasa) selalu berhasil.

Adrian pun hanya mendengus geli.

"Kepo kenapa sih?" Adrian pun juga ikut mencondongkan tubuhnya, dan berbicara dengan tak kalah imutnya.

Oh Gosh, ini pertama kalinya gue liat muka cowo dalam jarak sedekat ini, mana ganteng pula. Bisa berantakan nih visi misi gue!

Cloudy diam mematung ditatap seperti itu.

Mereka jadi saling bertatapan selama beberapa saat, tak satu pun dari mereka berniat untuk menghentikannya.

Dddrrrttttt

Sayangnya, ponsel Adrian yang menghentikannya.

"Gimana Ka? Mereka udah pergi?"

Setelah mendengar apa yang dikatakan dari seberang telepon, Adrian menghempaskan tubuhnya ke sofa. Sepertinya sesuatu kembali terjadi lagi.

"Ada apalagi? Kak Senna nggak kenapa-napa kan? Terus orang-orang yang di depan apartemen Kak Senna udah pergi?" Cloudy bertanya panjang lebar.

Only One [Completed]Read this story for FREE!