6. Blueberry

158 146 17
                                    

Kata Cedric sebelum ia pergi ke Alvazor sering kali ia memimpikan seorang laki laki yang menunjukkan sebuah tongkat di hadapannya setelah itu gelap tidak ada cahaya. Muka orang yang ada di mimpi Cedric terlihat samar samar dan tidak begitu jelas karena orang tersebut menggunakan menutup kepala dari jubahnya.

Cedric juga heran mengapa mimpi itu kadang datang kadang tidak. Mimpi ini akan datang di saat setelah dirinya menonton film tentang sihir. Entah apa hubungannya dengan film yang ia tonton sampai harus memimpikan hal tersebut.

Tapi, saat itu Cedric tidak menghiraukannya karena dirinya berpikir, "ah itu pasti karena aku kebanyakan nonton film tentang sihir saking banyaknya sampai terbawa mimpi". Itulah yang di katakan Cedric.

Sekarang Cedric memberanikan diri untuk bercerita kepada Crala tentang mimpinya ini. Dirinya juga berpikir mungkin ini ada kaitannya juga dengan apa yang Crala ceritakan kepadanya.

Crala bermimpi tentang mantra Relivantor sedangkan dirinya tentang seseorang yang menunjukkan tongkatnya di depan matanya. Seperti orang itu memantrai dirinya.

"jadi gitu Crala"

"Cedric, terimakasih karena sudah bercerita. Aku bisa dapat banyak informasi darimu begitu pula dengan dirimu. Kadang aku juga heran kenapa aku selalu bermimpi tentang hal itu. Sepertinya kau juga berpikir sama seperti ku, ya kan?" tanya Crala sambil menaikkan alisnya dan tersenyum miring.

"hahaha, iya Crala" tawa Cedric.

Crala menyenderkan kepalanya di bahu Cedric secara tiba tiba dan itu membuat Cedric sedikit terkejut tapi itu tidak masalah baginya. Karena memang Cedric ingin Crala merasa nyaman berteman dengannya.

Tak lupa juga Cedric memegang bahu Crala dan mengelus kepalanya sambil menatap bulan dan juga di depan mereka ada danau mereka berdua duduk di tepi danau itu.

"kamu mau tahu tidak?" Crala berbicara dengan keadaan mata yang terpejam karena merasa nyaman bersender di bahu Cedric.

"apa?" sahut Cedric.

"aku merindukan Alexander" jawab Crala dan membuka matanya.

"Alexander? Kakak laki laki mu?" tanya Cedric dan Crala kembali duduk tanpa menyenderkan kepalanya ke bahu Cedric.

Cedric langsung melepaskan Crala dan nenatap wajah Crala yang terlihat sedih. Ini baru pertama kalinya dirinya melihat wajah sedih Crala. Biasanya dia hanya melihat wajah ceria Crala dan tak lupa juga dengan wajah sinisnya.

Crala mengangguk sambil menatap Cedric dan matanya mulai berkaca kaca. Crala langsung menundukkan kepalanya dan menangis. Jujur saja Crala tidak ingin menangis di hadapan orang lain tapi untuk kali ini dia tidak bisa menahannya lagi.

Entah ada ikatan batin apa di antara Crala dan kuda unicorn bernama Georgia ini. Kuda tersebut mendekati Crala dan mengelus ngelus Crala dengan kepalanya. Terlihat Georgia mengerti perasaan Crala dan ia datang untuk memberikan Crala kekuatan. Crala memeluk kuda unicorn itu sambil menangis.

Cedric yang melihat Crala menangis ikutan sedih. Dia jadi teringat betapa dirinya sangat merindukan orang tuanya itu. Cedric langsung memeluk Crala dan Crala langsung membalas pelukan Cedric dengan erat.

"dia tidak pernah membalas surat dariku Cedric, dia jahat!" ucap Crala sambil menangis di bahu Cedric.

Cedric mengelus punggung Crala dan berkata "jangan ngomong seperti itu Crala, kemungkinan kakak mu sedang sibuk dan tidak sempat untuk membalas surat darimu".

"sesibuk apa dirinya Cedric? Aku sudah lama menulis surat untuknya dan berkali kali aku menulis surat untuknya tetapi satu surat pun tidak pernah di balas" sahut Crala dan tangisannya semakin pecah.

Cedric & Crala of School Charbirline [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang