LIMA

47 25 42
                                    

                              -0o0-

Dua jam berlalu Bintang di taman rumah sakit.Ia memutuskan beranjak , kembali ke ruang rawat Feris , mamanya.

Saat ia berbalik tak sengaja menabrak anak kecil berusia 7 tahun dengan rambut sebahu.

"Maaf kak aku ga sengaja."

Bintang tersenyum , ia berjongkok guna menyamakan tingginya dengan anak itu.Ia menatap gadis itu lamat lamat.

Pucat dan Kurus !
Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan gadis dihadapan nya.

"Gapapa kok. Oh ya! Nama kamu siapa?"

"Adinda,panggil dinda."

"Kenapa kamu disini? Terus kok kamu sendiri?"

Gadis itu hanya diam sambil menunduk menatap tanah. Seperti tanah itu lebih menarik dibanding orang di depan nya ini.

Deg!
Kaget? Tentu saja.
Bagaimana gadis sekecil ini dirawat tanpa ada keluarga yang menunggu.

"Mama sama papa udah ga perduli lagi sama Dinda. Mereka gak pernah jenguk aku lagi. Mereka sibuk sama pekerjaan mereka.Tapi aku ga sedih karna ada kakak cantik yang nemenin aku.
Dia tuh cantik banget cocok sama kakak."

Hati nya tereyuh mendengar penuturan Dinda.Anak sekecil ini harus kehilangan kasih sayang dari orang tua yang seharus nya ia dapatkan saat masa pertumbuhan seperti ini.

Bintang berfikir kata yang tepat untuk menggambarkan sosok kakak perempuan yang berstatus kakak dari gadis kecil disamping nya.

Menurut gadis ini dia adalah kakak yang baik, cantik, putih dengan rambut sebahu.

Tunggu !

Ciri ciri nya seperti
Langit si berandalan sekolah.

Namun Bintang langsung menepis pikiran itu.Ia binggung mengapa akhir akhir ini ia sering memikirkan gadis itu.

                             -0o0-

Brak

Ia mendobrak pintu dengan kasar , membuat semua orang disana terkejut.

Dia menarik seorang laki laki berperut buncit yang sedang merokok dengan teman nya.

"Siapa yang nyuruh lo buat nabrak mama gue?" ucap Bintang penuh emosi.

Salah satu teman pria itu berjalan mendekat dengan wajah sinis sambil memperhatikan penampilan lawan bicaranya dari atas ke bawah.

Anak bau kencur yang datang mendobrak pintu.Sungguh tidak tahu adab , pikirnya!

"Eh anak bau kencur,Ada angin apa lo dateng kesini sambil dobrak pintu kayak gitu." ucap seorang pemuda. Matanya melotot dan berkacak pinggang.

"Lo semua kan yang nabrak mama gue? Feris Satya Mulia nama nya.Ini foto nya." ucap nya sambil menyodorkan sebuah foto yang membuat semua orang terkejut.

Brak

Bintang menendang kursi kayu tua disamping nya guna menyalurkan kekesalan serta emosinya.

"Jawab atau lo semua gue bunuh?" sungguh ia tak main main sekarang.

"I - iya gw jawab yang nyuruh kita bu Reni." jawab pemuda itu terbata bata.

Setelah mereka mengakui , tiba tiba polisi datang.

"Jangan bergerak kalian kami tangkap!" ucap seorang polisi sambil menodongkan pistol.

𝙰𝚔𝚞,𝙺𝚊𝚖𝚞 𝚍𝚊𝚗 𝙻𝚊𝚛𝚊[𝙾𝚗 𝙶𝚘𝚒𝚗𝚐]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang