5. Legenda

160 148 16
                                    

Sudah akhir tahun sebentar lagi liburan hanya beberapa minggu saja. Crala, dia masih tetap setia menunggu surat balasan. Selama di Alvazor, Crala menulis surat mungkin sebanyak 10 kali atau lebih. Namun, sekarang sudah mendekati akhir tahun Crala berniat mencoba sekali lagi menulis surat untuk kakak laki lakinya, Alexander Aoifel.

Cedric, HAHAHA sudah lama Cedric tidak ada kabar. Ia sedang mencari informasi legenda tentang Alvazor. Namun tidak semuanya ia ketahui dan dibantu oleh sahabatnya Briant, Nicholas, dan Loris si tukang makan.

"kenapa di setiap cerita legenda Alvazor selalu ada kata 'laki laki pembawa kecerahan'?" tanya Briant sambil menunjukkan kata tersebut di dalam buku.

"dan siapa laki laki tersebut? Kenapa harus di bilang pembawa kecerahan?" tanya balik Nicholas.

"bukan hanya itu saja"

"lihat ini! Di sini juga tertulis inisial V.G" ucap Loris sambil menunjukkan kalimat yang ada inisial V.G.

Dia V.G penyihir kegelapan yang menginginkan kepemimpinan Alvazor dan laki laki pembawa kecerahan menyelamatkan Alvazor.

Cedric membaca kalimat tersebut dan mereka saling bertatapan. Sudah hampir larut malam mereka masih saja di perpustakaan. Hazel, ia sedang mencari keempat anak itu bersama Crala. Ini sudah menjadi tugasnya untuk mencari semua anak Nefflifla sebelum larut malam.

Hazel kok bisa ya bersama Crala? Biasalah. Crala sering ke hutan berbahaya di malam hari. Padahal baginya hutan tersebut tidak ada bahayanya sama sekali melainkan dia senang berada di sana. Karena di hutan tersebut ada unicorn yang membawa dirinya ke Desa Avazora. Masih ingat kan sama unicornnya?.

Crala sedang berusaha kabur dari Hazel agar tidak di hukum lagi. Namun usahanya selalu gagal untuk kabur dari pengawasan Hazel.

Saat Hazel jalan terlebih dahulu ini kesempatan Crala untuk kabur secara perlahan. Hazel tidak mengetahui awalnya sampai di mana Crala ingin menuruni tangga tangan Crala di tarik oleh seseorang.

"AAAA..." teriak Crala dengan cepat Hazel menutup mulut Crala agar orang lain tidak mendengarnya. Dan tidak lupa satu tangannya memegang tangan Crala dengan kuat.

Hazel menatap Crala dengan alis yang diturunkan. Tatapan Hazel kepada Crala susah di artikan. Entah apa yang ada di dalam pikiran Hazel selama ia menatap Crala.

"ku mohon jangan seperti anak kecil, Crala" ucap Hazel dan melepas tanganya dari Crala.

"kalo kamu kabur, aku akan menambah hukuman untuk mu" ancam Hazel dan menyeret Crala untuk ikut bersamanya.

"aaww Kak Hazel!! Aahh pelan pelan dong" ucap Crala sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Hazel.

"kenapa Kak Hazel seperti Ibu BK sih, galak" ucapan Crala membuat gerakan Hazel berhenti dan berbalik badan ke arah Crala. Crala yang di tatap kembali oleh Hazel merasa takut.

Hazel menaikkan alisnya dan bertanya "Bu BK?". Crala mengangguk.

"tau Bu BK ga?" tanya balik Crala. Hazel menggelengkan kepalanya.

"Bu BK itu ya kek Kakak, galak dan suka menghukum anak murid" jawab Crala sambil berjalan di samping Hazel.

"dari mana kamu tahu kata Bu BK?" tanya Hazel.

"dulu sebelum aku sekolah di sini aku sekolah bersama anak muggle" jawab Crala.

"dan aku merindukan sekolahan tersebut. Setiap aku pulang sekolah orang yang aku sayang selalu menjemput ku dan dia akan selalu memberi ku pelukan..."

"tapi sekarang untuk membalas satu surat dariku saja tidak pernah" ucap Crala sambil menundukkan kepalanya.

"orang yang kamu sayang? Siapa?" tanya Hazel.

Cedric & Crala of School Charbirline [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang