Part 11

1.2K 66 4

Planet X World Tour selesai.

Seluruh kru mengadakan party atas selesainya tour, ini sudah jadi tradisi kami. Tapi untuk kali ini, aku tidak ingin ikut party. Jadi aku duduk saja.

Sarah sedang mengobrol bersama Staci di meja bar, sambil meminum cocktail.

Aku menyandarkan badanku, dan menutup mataku. Aku tak bisa melupakan sedikit detail pun mengenai Merri. Aku sungguh sungguh akan gila jika tidak bisa bertemu dengannya besok. Karena besok aku sudah harus pulang ke Los Angeles. Ya, Jakarta, Indonesia adalah tempat terakhir yang aku pilih sebagai penutup World Tour-ku.

"Kau tak minum?"

Aku membuka mataku. Sarah berdiri di depanku dengan membawa dua buah gelas cocktail.

"Kau harusnya merayakan malam ini", katanya sambil memberikan satu gelas cocktail untukku. "Hari terakhirmu bukan, dan tempat terakhirmu. Kau besok akan pulang"

"Seharusnya begitu. Ada sesuatu yang mengacaukannya"

"Kak Merri?", tanya Sarah seakan akan tahu bahwa Merri yang membuatku seperti ini.

"Kau tahu?"

"Tentu saja tahu. Aku kan berada di belakang panggung saat kau menyatakan perasaanmu itu. Semua orang tahu"

"Tapi Merri tidak tahu"

"Well, you're right. Katakan padaku, kenapa kau menyukai Kak Merri?"

"Dia berbeda"

"Cuman itu? Kalian kan baru ketemu beberapa hari yang lalu, masa kau sudah bisa mempunyai perasaan pada Kak Merri"

"Perasaan tidak bisa ditebak kapan kita akan jatuh cinta, siapa yang akan membuat kita jatuh cinta, dan alasan apa yang membuat kita jatuh cinta"

"Kak Merri adalah wanita yang jauh dari kata cinta, Greyson. 22 tahun aku bersamanya, dan tak ada satu pria pun yang membuatnya tertarik, dan kau bukanlah tipenya"

"Bagaimana dengan Harness?"

"Itu lain cerita"

Aku meminum cocktail hanya dalam sekali teguk. "Aku hanya ingin tahu kenapa dia membohongiku"

"Membohongimu?"

"Malam sebelum dia pergi". Aku bercerita. "Aku ingin ke kamarnya, mengajaknya mengobrol karena aku tidak bisa tidur. Saat aku ingin mengetuk pintu kamarnya, aku mendengar dia sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon. Dia mengungkit soal Finlandia dan juga -- "

Sarah menyerangku dengan menaruh lengannya di leherku. "Apa lagi yang kau dengar?"

Aku tak bisa bernafas, namun aku berusaha sekuat tenaga untuk berbicara. "T-ta-tak a-ada. Ha-hanya i-i-itu sa-sa-saja. To-long le-lepaskan aku"

Sarah melepaskan tangannya dan kembali duduk. "Aku hanya mendengar itu saja sebelum dia pergi. Dia berjanji padaku akan kembali, namun ternyata aku tahu bahwa perkataan itu hanyalah kebohongan belaka"

"Kau tak mengerti, Greyson", ujar Sarah pelan seperti sedang mengendalikan emosinya. "Kau tidak boleh mengatakan hal ini pada siapapun"

"Kenapa tidak?"

"Karena ini bukanlah urusanmu"

"Aku tahu, Sarah. Aku sangat tahu", kataku padanya. "Tapi aku hanya butuh kejelasan"

"Tidak ada kejelasan lagi yang harus Kak Merri katakan Greyson"

"Kau sangat aneh. Siapa kau?"

"Aku Sarah, aku adiknya Kak Merri"

"Kau tak memiliki kemiripan sedikitpun dengannya"

"Jangan berani beraninya kau mengatakan itu di depanku lagi jika kau masih ingin selamat"

Dan Sarah pergi.

[ BOOK 1 ] - D I V E | Greyson ChanceRead this story for FREE!