Part 9

1.2K 58 0

Keesokan paginya, hal yang pertama kali aku lakukan adalah menuju kamarnya Merri dengan membawa setangkai bunga yang sudah aku pesan dari layanan kamar. Aku mengetuk pintu kamarnya. Terdengar suara langkah kaki dari dalam. Aku simpan setangkai bunga itu di belakang punggungku. Tak lama pintu terbuka, dan senyumanku memudar.

Aku diam.

Wanita yang berada di depanku bukanlah Merri. Aku melihat nomor kamar yang tertempel di pintu. 605. Aku tidak salah.

"Hey, you must be Greyson, right?", sapa wanita itu penuh semangat. "Come on in"

Aku tahu, pasti wanita ini salah satu dari suruhan Merri, dan Merri pasti ada di dalam kamar sedang bersiap siap.

Aku masuk ke dalam kamar, dan duduk di sofa. "Dimana Merri?"

"Merri? Oh Kak Merri?". Wanita itu tertawa. "Pekerjaannya belum selesai, dan dia mengutusku untuk melanjutkan pekerjaannya yang sekarang"

Cara dia mengatakan pekerjaan begitu tak meyakinkan.

"Tenanglah, aku juga professional seperti Kak Merri", ujarnya. "Namaku Sarah, Sarah Wilson. Aku akan menyelesaikan tugas tugas yang -- "

"Pekerjaan apa yang harus diselesaikan Merri?"

"Ehmm pekerjaan yang lebih penting dari yang dia kerjakan sekarang"

Pekerjaan penting? Lebih penting dari pekerjaannya sekarang? Seseorang tolong bantu aku. Aku tak mengerti kemana percakapan ini tertuju.

"Aku tahu kau bingung. Super bingung, tapi hanya itu yang bisa aku beritahukan padamu"

"How about Finland?", tanyaku yang langsung membuat mata Sarah terbelalak. Lalu sedetik kemudian Sarah tertawa. "Kenapa kau tertawa?"

"You are so funny, Greyson. Finlandia itu adalah tempat yang ingin Kak Merri kunjungi, dia suka banget sama Finlandia, dan fyi, wishlistnya dia yang satu itu belum terwujud"

"Jadi dimana dia sekarang?"

"Singapore. Dia ada disana sekarang"

"Menyelesaikan pekerjaan apa?"

Sarah mengangkat kedua pundaknya. "Sudah saatnya kita harus ke venue. Hari ini kau akan rehearsal sampai jam makan siang selesai, setelah itu kau makan siang, tentu saja, lalu prepare to your show tonight and then and then my duty is done. Lets go"

Aku menaruh setangkai bunga itu di meja.

Sarah mengambilnya. "Untukku atau untuk Kak Merri?"

"Untukmu saja", kataku pasrah.

"Thanks. Karena Kak Merri tidak suka bunga mawar, dia suka bunga lily. Well, lucky you. I love rose, and thanks again"

Sarah menaruh bunga mawar itu di dalam sebuah gelas berisikan air, dan mengajakku keluar kamar. Aku tak bersemangat mengajaknya mengobrol jadi aku diamkan saja dia. Sesampainya di lobby, Staci tidak ada raut wajah terkejut. Dia malah menyapa Sarah, yang sangat aneh. "Semua persiapan sudah terkendali, waktunya berangkat"

Staci naik ke dalam mobil yang sama seperti hari pertama. Aku masuk kedalam mobilnya Merri yang dipakai oleh Sarah. "Tunggu Greyson, kenapa kau disini?"

"Biasanya aku disini sejak pertama kali datang"

"Biasanya", katanya. "Well, aku bukan Kak Merri. Sorry not sorry bukannya aku tidak mau kau satu mobil denganku, tapi antara promotor dan clientnya harus memiliki batas. Akan aku sewakan satu mobil lagi untukmu. Aku akan meminta Staci menemanimu"

"Aku naik mobil yang di belakang saja, terimakasih"

Aku turun mobil dengan membanting pintu. Membuka pintu mobil yang Staci naiki, dan masuk ke dalam. "Berbeda sekali bukan seperti kakaknya"

[ BOOK 1 ] - D I V E | Greyson ChanceRead this story for FREE!