4| Aldeffa Satria

2 0 0
                                              

Sebenarnya Deffa tidak sesempurna kelihatannya, seperti kata orang bijak, tidak ada manusia yang terlahir sempurna. Sempurna yang banyak didefinisikan banyak orang itu hanya 'mendekati'. Dalam sekali dua kali pertemuan mungkin saja mereka bisa mengatakan kalau Deffa sempurna, ya sama sepertiku dulu waktu pertama kali bertemu dengannya. Lama kelamaan kekurangannya akan terlihat juga. Namun seperti yang kukatakan sebelumnya, aku mencintai segala sesuatu tentangnya, baik kekurangan maupun rasa sakitnya.

Misalnya saja waktu Deffa menjemputku di kampus, banyak teman-teman kelasku yang melihat Deffa dan begitu paginya, mereka memuji ketampanan Deffa yang seperti dewa yunani itu. Katanya, "gila Yas, kalo buat ngedapetin pangeran se-perfect Aldeffa kudu sakit kronis dulu 'sih rela banget."

"husst nggak boleh ngomong sembarangan." temanku yang lain ikut menimpali.

Apa mereka pikir jadi orang yang penyakitan itu enak? Nafsu makan hilang, berat badan turun derastis, setiap mau melakukan kegiatan bisa kecapekan lebih dulu, belum lagi rasa sakit yang kadang datangnya bisa tiba-tiba. Bersyukurlah kalian yang diberikan nikmat terbesar bernama kesehatan. Ada banyak manusia yang berharap paginya bisa membuka mata dan bernapas dengan baik.

Dibalik Sosok Aldeffa yang sering teman-temanku puji, mereka tidak tahu saja kalau orang yang dipuji ternyata memiliki sifat dingin yang mendarah daging. Yang kuherankan itu kenapa Deffa bisa menjadi sosok paling hangat di pertemuan pertama kami. Sifat dinginnya kuketahui setelah beberapa bulan kami berkomitmen, mungkin moodnya lagi buruk atau ada masalah di kantornya yang membuat pikirannya kacau.

Di depan teman-temanku, Deffa bisa menjadi orang yang tidak kukenal sama sekali. Pernah beberapa kali ada yang menanyainya dengan pertanyaan panjang lebar dan dia hanya menjawabnya dengan senyuman dinginnya. Pernah juga dia cerita kalau teman kantornya yang perempuan berusaha mendekati dengan agresif baik di jam kerja atau di chatt yang berakhir nyerah karena sifat dingin Deffa.

Selisih umur kami terpaut lumayan jauh, inilah yang membuatnya bisa menjadi sosok kekasih sekaligus abang yang baik. Aku anak pertama dan Deffa mempunyai dua adik--satu perempuan, satu laki-laki--. Aku yang belum pernah merasakan bagaimana rasanya mempunyai abang, kehadiran Deffa membuatku bisa merasakannya.

Posisiku sebagai pacar bukan berarti tidak pernah mendapatkan sifat dinginnya. Beberapa kali kami sering berselisih karena itu, sifatku yang kekanakan lebih sering menjadi penyebabnya. Tapi kesabarannya yang lebih besar selalu bisa memperbaiki semuanya. Apa alasannya kali ini untuk pergi karena dia terlalu lelah karena keegoisanku? Dia sudah lelah untuk mengalah?

Harusnya aku paham sejak awal kalau laki-laki mempunyai jiwa memimpin, bukan pengalah. Tapi kalau memang Deffa tidak menyukai saat dia mengalah, harusnya dia bilang. Tuhan, sifatku yang tidak mau disalahkan ternyata masih ada. Bahkan setelah Deffa pergi 'pun aku masih bisa menyalahkannya.

Hari ini aku berniat memperbaiki semuanya. Kalau memang alasan dia kemarin ngomong kaya gitu karena kesalahanku, aku siap memperbaiki semuanya. Atau setidaknya dia bisa memberitahukan alasannya apa, kalau memang ada wanita lain yang lebih baik, aku akan berusaha mundur.

Deffa tinggal di apartemen milik pribadi, sedangkan orangtuanya tinggal di rumah yang berbeda kota. Bisa dibilang Deffa ini anak rantau, tapi aku tahu ibunya sesekali datang hanya sekedar melihat keadaan anaknya baik-baik saja. Ibu Deffa baik, aku pernah bertemu dengan beliau beberapa kali waktu Deffa berniat mengenalkanku sebagai pacarnya. Dan alhamdulillahnya beliau juga merestuiku, walau umur kami selisih lumayan jauh. Katanya, "ibu nggak akan pernah ngatur soal pasangan hidup. Ibu percaya Deffa sudah dewasa, bisa memilih yang terbaik untuk hidupnya."

Apa sekarang alasan Deffa meninggalkanku karena aku tidak bisa menjadi yang terbaik untuknya? Dia menginginkan pasangan yang lebih dewasa untuk mengerti hidupnya? Deffa pernah bercerita kalau dia mempunyai satu adik laki-laki seumuran Pranaja, satu lagi adik perempuan yang lebih tua satu tahun dariku. Bahkan dibandingkan adik bungsunya aku masih lebih muda.

Nyanyian Hujan | Jeon WonwooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang