chapter 14

445 57 5
                                    

            Airin terkejut bukan main, tubuh nya masih bergetar karena nyaris di perkosa, beruntung sang pahlawan hati datang di waktu yang tepat, namun presensi Taehyung cukup membuat airin terkejut kendati di dalam benak nya bertanya dari mana Taehyung mengetahui alamat Jungkook apa karena taehyung mengikuti nya, tapi jelas saja awal nya Airin berbohong.

Menepikan semua pikiran tentang bagai mana Taehyung bisa di sini yang jelas kini airin mengucapkan syukur dalam hati sebab Jungkook tidak jadi menyentuh nya, tidak lucu kan jika ia harus mengandung anak Jungkook nanti nya.

Dengan sisa tenaga yang ada Airin berdiri berjalan tergopoh ke arah Taehyung, tapi sebelum itu langkah Airin kembali terhenti mana kala Taehyung memberikan satu pukulan pada rahang Jungkook hingga membuat pria itu tersungkur kelantai.

Airin terkesiap, di rasa situasi tak aman ia berlari ke arah Taehyung ketika laki-laki itu kembali untuk memukul Jungkook yang sudah tergeletak.

"Kim! Stop, ayo pulang"

Bisa Taehyung rasa kan tangan Airin bergetar ketika memegang lengan nya erat, Taehyung tahu bagai mana takut nya gadis itu, tapi di sisi lain Taehyung sedikit kecewa mengetahui bahwa Airin membohongi nya.

Taehyung berjongkok mensejajarkan posisi nya dengan Jungkook, mencengkram kuat baju bagian leher pria itu hingga hampir tercekik.

"Aku tak tahu bagai mana kecewa dan sedih nya Jiha, saat kau tidak mengakui anak nya!"

Jungkook tak bereaksi apa-apa lantas senyuman asimetris yang awal nya tercipta di bibir laki-laki itu seketika luntur bergantikan dengan raut wajah kalut.

Taehyung berdiri, tangan nya menangkup wajah Airin, bisa ia lihat bekas air mata di pipi gadis itu. Mengelus pipi Airin penuh afeksi.

"Jangan takut, aku di sini"ujar Taehyung menenangkan, tangan nya beralih menggenggam tangan Airin lalu membawa gadis itu keluar dari apartemen Jungkook.

Rasa nya cukup memuakan, terjebak dalam situasi seperti ini bukan lah hal yang di inginkan airyin, lantas kini ia merasa bersalah terhadap kekasih nya.

Airin bisa melihat begitu jelas bagai mana taehyung kini mendiami nya sejak 10 menit keluar dari apartemen jungkook hingga di dalam mobil pun taehyung hanya diam fokus dengan jalanan, ia tak menoleh sedikit pun ke arah airin.

"Kim"

"Hmm"saut Taehyung pelan tanpa mengalihkan pandngan nya.

"Maafkan aku, aku tak—"

"Tenangkan dirimu dulu"masi tetap sama dingin dan tak acuh, hal yang membuat airin kian bersalah, lantas diri nya tak bisa melihat taehyung mendiami nya begini.

Mobil berhenti tepat di halaman rumah Taehyung, pria itu keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Airin.

"Kau tak apa? Apa yang sakit?"tanya Taehyung sembari mengamati kekasih nya itu dari ujung kaki hingga kepala, bahkan sedang kecewa pun Taehyung tetap memerhatikan Airin.

Kedua manik mereka bertemu Airin menggeleng seraya mengerucut kan bibir dengan kedua mata yang memanas menahan tangis.

"Kim, maaf"tangis Airin pecah sungguh ia merasa bersalah terlebih melihat Taehyung mendiami nya begini ia tak bisa.

Taehyung tersenyum gemas ia tahu Airin pasti akan menangis di diami begini, ia memeluk Airin erat penuh afeksi dan menghadiai kecupan di pucuk kepala airin.

"Aku yang harus nya minta maaf, sayang"ujar Taehyung lembut."aku tak bisa menjaga mu"

Airin melepaskan pelukan nya, gadis itu menggeleng lirih."aku yang salah, aku berbohong kau pasti kecewakan?"

"Iya, kecewa sampai ingin menghukum mu"Taehyung berujar sembari menepikan anak rambut Airin yang menutupi wajah gadis itu."lain kali jangan berbohong lagi, jika ada apa-apa ceritakan saja, aku kekasih mu, untung aku mengikuti mu tadi, bagai mana jika tidak,pasti Jungkook sudah menyentuh mu"

Airin mengangguk dan kembali memeluk Taehyung erat.

"Sudah selesai mesra-mesraan nya"

Airin melepaskan pelukan nya, obsidian nya tertuju pada sosok tampan kim lain nya yang tengah berdiri di depan pintu, Seokjin dengan wajah kesal tapi tetap tampan dengan kaos hitam lengan pendek yang menampilkan bisep sexy dan dan jas yang menggantung di pundak.

Sungguh kenapa kedua kakak adik ini begitu tampan dan sexy begini, Airin jadi tidak bisa fokus kalau begitu.

"Jungki sudah tidur, aku harus pulang dan menjemput seren."ujar Seokjin yang berjalan melewati kedua sejoli itu begitu saja."oh ya. Akhir pekan aku ingin mengajak mu minum di cafe Itaewon, ada hal yang ingin aku bicarakan" dan Taehyung hanya mengangguk menanggapi.

_____

Ibarat sebuah pribahasa, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga begitu pun dengan manusia, sepandai-pandainya menyimpan rahasia pasti akan ketahuan juga. Lantas kini Airin masi memikirkan bagai mana jika ucapan Taehyung malam tadi tentang anak yang di maksud Taehyung adalah Jungki.

Dengan air yang turun dari keran yang membasahi beberapa tumpukan piring kotor menjadi teman pagi Airin kali ini setelah sarapan pagi mereka, tangan nya sibuk mengusap piring yang kotor sementara pikiran nya jauh memikirkan hal-hal atau praduga Airin selama ini, lantas haruskan ia menemui Rahel yang mengaku sebagai kekasih Jungkook untuk meminta penjelasan.

Taehyung memerhatikan Airin sejak tadi bahkan pria itu membuka kulkas untuk mengambil minuman pun tetap membuat Airin tidak menyadari keberadaan nya di sana.

"Tidak baik bekerja sambil melamun begitu, kalau pecah dan luka, bagai mana?"kini Taehyung ikut membersihkan piring kotor tersebut dengan posisi berdiri di belakang Airin seperti memeluk.

Airin terkesiap ia buru-buru menyelesaikan pekerjaan nya, karena bagai mana pun ia menyadari posisi nya yang sebenar nya di sini adalah sebagai baby sister atau bahkan asisten rumah tangga walau kadang Taehyung tidak mengatakan hal itu.

"Maafkan aku"ujar Airin sedikit canggung dan kembali fokus pada kerjanya dan seolah menganggap taehyung tidak ada di sana, tapi tampak nya Taehyung tak membiarkan airin bekerja dengan tenang ia memeluk bahkan menggigit cuping telinga airin hingga membuat gadis itu melenguh, geli.

"Kim!"

Airin sedikit merasa risih walau pada nyata nya sentuhan Taehyung membuat nya terbuai bila saja  ia tak menguatkan diri untuk tidak hanyut dan mencoba melepaskan tangan Taehyung yang melingkar di pinggang nya.

"Begini saja dulu"Taehyung masi kekeh mencumbui Airin dengan meletkan dagu nya di pundak gadis itu.

"Aku jadi susah kalau begini."

Tak acuh Taehyung tak mempedulikan kan ucapan Airin hingga membuat airin mau tak mau menghela nafas pasrah dan membiarkan Taehyung bermanja begitu, karena percuma jika berontak.

"Aku butu penjelasan kenapa kau bisa di apartemen Jungkook"

Hal yang tak ingin Airin dengar dari bibir taehyung sebenarnya, tapi bagai mana pun sebisa mungkin Airin harus menjelaskan agar tidak ada kesalah pahaman di antara mereka.

"Nanti saja ya, aku sedang banyak pekerjaan begini bagai mana mau menjelaskan"

Airin menoleh kesamping dan memberikan kecupan singkat di bibir Taehyung.

"Apa itu sebuah sogokan agar aku tak marah?"tanya Taehyung sembari mengeratkan pelukan nya.

Airin terkekeh gemas."tidak" ujar Airin menahan gemas"hanya ingin"lanjut nya.

Pun Taehyung juga sama, tertawa pelan sambil mengecup pipi Airin

"Kim?"

"Hmm"

"Apa Jungki anak kandung Jungkook?"

[]

Terimakasi sudah membaca, jika berkenan untuk coment dan vote💜

Maaf lama up, bisa baca ulang kalau lupa.

Hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang