Prolog

376 189 83
                                    

Haiii Semuanyaa,Selamat datang di cerita pertama akuh,Semoga Suka yaah.....

Di Vote dan Comen, oke?

Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Seorang gadis tengah berlari pelan dengan mata yg menjelajahi taman sekitar.

Mood nya benar benar Senang, ia berlari santai dengan headset di telinganya, ia berlari kecil sambil mendengar kan lagu kesukaan nya yang berjudul 90's Love yang di nyanyikan oleh salah satu boy band asal korea itu, ia bersenandung ria mengikuti irama dengan tangan yang sesekali ikut bergerak, dan mata yang terpejam.

Yah mata terpejam, bukan kah itu berbahaya?.

Ia bersenandung tanpa melihat atau pun mendengar bahwa sedari tadi ada seseorang yang berteriak agar ia menepi di pinggir jalan.

"WOY! MINGGIRR!! BUDEG MINGGIRRR." teriak pengguna sepeda tersebut.

Bruk...

Tabrakan tak terhindari, wanita tersebut terpental, pengguna sepeda itu pun terpental.

Gadis tersebut menabrak sepeda seseorang, dia terjatuh dan mendarat dengan tidak Aestetick.

"Adduuuhh, Atittt.... Pantat Sinar atiitttt" keluh gadis tersebut dan bangkit dri tempat ia terjatuh dan mengambil headsed nya yg rusak, tapi bukan hanya dia yang jatuh, tapi yg di tabrak ikut terjatuh dengan sepeda yg menimpanya.

Pria tersebut mengangkat sepedanya yg terjatuh, lalu berjalan agak pincang ke arah gadis tersebut.

"Lo gapapa kan?" tanya seorang pria yg menab--salah, di tabrak Sinar dengan wajah datar tapi tersirat rasa khawatir.

"Hiks hiks, headset Sinar hiks...."

"Eh..gapapa kak" perkataan Gadis tersebut menggatung.

"Cumaa~ headset Sinar rusak" ucap gadis tersebut dengan nada melemas.

"Hiks...hiks..kak Headset Sinar rusak punya sinar, kesayangan Sinar" gadis tersebut menangis terisak dan akhirnya pecah.

Sinar, nama nya Sinar Kirana Prawita

Seorang Gadis yg takut dengan Darah dan jarum suntik, seorang gadis yg penakut, cengeng, heboh dan cerewet.

"Diam bisa gak?, nih gue ganti, beli yg banyak jadi kalo rusak masih ada yang lain, gak malu dah besar, baru gini nangis." ketus Pria itu,lalu mengambil uang di saku nya memberikan Sinar uang 50.000.

"Hiks..hiks..hiks..ma..makasih hiks.." ucap Sinar sesenggukan.

"Udah diam, maaf salah gue, jangan nagis, masak udah besar nangis." Canda Pria tersebut lalu berjalan pincang ke sepeda nya, Sinar? ia malah diam mematung dengan headset yang masih di tangan nya.

Saat melihat rantai sepeda milik pria tersebut, rantainya putus, pria itu menghela nafas.

"Huh...Copot kan rantai sepeda gue."
Keluh nya, ia berjongkok dan memperbaiki rantai sepeda nya.

Sinar yg melihat pria tersebut sedang memperbaiki rantai sepedanya,ia merasa bersalah telah menabrak pria tersebut, ia berjalan mendekati pria itu lalu ikut berjongkok.

"Kak, rantai nya copot ya?" tanya Sinar basa basi.

"Lo gak liat." datar nya menunjukkan rantai nya yg copot.

"Yaaaa, kakak mah, kan Sinar cuma mau basa basi." ujar Sinar merajuk.

"Basa basi lo basi." ketus pria tersebut.

"Ia deh ia, Sinar mah apa lah ya,cuma rempahan biskuit." ucap Sinar ngalah

"Ck...bagus bagus jadi manusia, mau kok jadi rempahan biskuit, setres ni orang." gumam pria tersebut sambil fokus ke rantainya.

"Apa kak?" sekilas Sinar mendengar gumaman pria yg di sebelahnya, pria itu diam.

Pria tersebut bangkit dri jongkok nya, lalu bersiap ingin menaiki sepedanya.

"Lah..kak, mau kemana?" tanya Sinar bingung.

"Pulang lah, rantai nya udh bener." Jelas Pria tersebut dan bersiap ingin mengayuh sepedanya, tapi di cegat lagi oleh Sinar.

"Kak mau nanyak dong, nama kakak siapa?" to the point Sinar.

"Faedah nya buat lo apa?" tanya pria tersebut.

"Faedah nya, yaa Sinar tau nama kakak lah." jawab Sinar santai.

"Beneran ga waras ni cewek." gumam Pria tersebut lalu mengayuh sepedanya berniat ingin meninggalkan Sinar, Sinar yang gercep pun langsung mencegah nya dengan menarik ujung Hoodie sang pria tersebut.

"Ihh, kak, Sinar nanyak lo ini, nama kakak siapa?"

"Ck ganggu aja ni cewek." gumam nya.

"Mau tau?" tanya pria tersebut jengah.

"Ya mau lah
" sewot Sinar.

"Nama gua Junaedi, catet Ju.na.edi." jawab pria tersebut ngasal dan tanpa pikir panjang ia pergi begitu saja membiarkan Sinar yg masih bengong.

"Lah, ganteng ganteng nama nya kok Junaedi, alah persetanan, mau junaedi kek, Asep kek kalo ganteng mah gak masalah." monolog Sinar lalu berjalan ke arah jalan pulang karena Matahari yg sudah hampir di atas kepala.

Senja, nama asli pria bersepeda tersebut adalah Senja Putra Ganendra, memiliki sifat ketus, galak, dingin, dan irit bicara

Penyuka ketentraman dan kedamaian, dan tidak ingin mengurusi urusan orang lain.

Gimana, prolog nya, mudah mudahan suka yaa, maaf ini aq revisi lagi hehhh gabut.

Tbc guyyys.....

Because You [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang