12•Menang

34 14 10
                                    

Bismillahirrahmanirrahim

Selamat membaca⛅

Jangan lupa vote sama komentar nya ya🤗🙏🏼

Candra bertemu dengan calon pacar nya di dekat toko tempat Nata bekerja,
Seorang cewek dengan pakaian ketatnya menghampiri Candra.

"Lo Candra?" tanya nya melihat Candra dari handphone dan di bandingkan nya dengan di hadapannya- Mirip pikirnya.

"Iya gue Candra, lo jodoh gue kan?" tanya Candra sedikit gombal.

"Hahaha, habis darimana?" tanya Cintya basa basi.

"Ngambil baju sablon tuh di sana, di cafe seberang yuk ngobrol" tunjuk Candra ke toko sablon dan menarik tangan Cintya ke cafe seberang.

"Gila nih cewe pakaian nya kaya tata tertib sekolah, ketat" batin Candra.

"Pesan apa Tya?" tanya Candra melihat-lihat menu.

"Sama in aja kaya lo" Cintya menatap Candra tanpa kedip—terpesona.

Candra membalas dengan kata oke isyarat mulut.

"Mbak kopi hitam pahit dua ya" ujar Candra ke kasir cafe,

"Ada tambahan lagi mas?" tanya si kasir dan di beri gelengan kepala Candra.

"Baik nanti nama mas saya panggil"

Candra tertawa membayangkan Cintya meminum kopi yang ia pesan-siapa suruh nyamain pesanan sama gue.

"Lo di SMA sama kaya Jemma kan ya?" tanya Candra memastikan.

"Iya musuh geng lo kan?" tanya Cintya.

"Iya"

Mas Candra kopi nya silahkan ambil
Panggilan kasir tadi memberitahu bahwa pesanan siap diambil.

"Bentar ya Tya" Cintya hanya mengangguk kepala.

"Ganteng banget si Candra anjir" ucap nya saat Candra mengambil pesanan.

"Bisa lah di ajak kondangan kagak malu-maluin" Cintya senyam senyum membayangkan.

"Nih Tya pesanan lo sama gue sama" Candra menyerahkan satu cup kopi, menunggu reaksi apa yang akan di berikan calon nya ini.

"Mantep Can lo tau aja selera gue" Cintya menikmati kopi hitam pahit nya dengan mata berbinar.

Sedangkan Candra yang melihat melebarkan pupil mata nya
"Oh suka ya gue kira enggak hehe" Candra bingung sendiri rencananya gagal sudah.

"Oke the to point aja lo mau gak jadi pacar gue?" tanya Candra yakin pada Cintya.

"Mau gue mau" Cintya senyum Pepsodent.

"Sip lo sama gue jadi kita, ayo pulang gue lagi ada urusan" ajak Candra dan Cintya melongo.

"What gitu doang? Masa gitu aja sihh" kesal nya pergi meninggalkan Candra keluar cafe.

"Lah kenapa gue emang sibuk anjir" Candra menyusul pacar nya yang baru beberapa detik yang lalu.

"Oi Tya kok keluar duluan?" Candra berjalan menyamai Cintya.

"Kata lo kan sibuk yaudah pulang" Cintya sedang menunggu ojek onlinenya.

"Lah maksud gue sini lo gue antar pulang dulu, lagian jok belakang gue belum pernah lo duduki kan" bujuk Candra berharap Cintya luluh.

"Gak gue lagi marah sama lo, aneh banget jadi pacar baru bentar udah buat kesel"

"Itu nama nya tes pacar dulu, dah sini" tarik Candra agar Cintya menaiki motor nya, Cintya kesusahan menutup paha nya.

MARET (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang