4. Portal

159 151 20
                                    

Sinar matahari masuk menembus lewat kaca jendela perpustakaan Charbirline. Crala dan Cedric duduk di dekat jendela sambil membaca buku yang mereka ambil.

Cedric membolak balik kertas ke kiri dan ke kanan seperti mencari halaman yang ingin sangat ia baca. Crala yang merasa terganggu dan melihat apa yang di lakukan Cedric langsung bertanya.

"apa yang kau cari?" tanya Crala dan menutup bukunya. Cedric yang mendengar pertanyaan Crala langsung menjawab tanpa menatap wajah Crala. Ia lebih fokus ke halaman yang di carinya.

"di luar sana banyak yang merumorkan tentang tongkat sihir kita dan aku jadi penasaran" jawabnya. Crala langsung mengambil buku yang di tangan Cedric dan berkata.

"percuma kau membaca buku ini. Kau tidak akan mendapatkan jawabannya" sahut Crala sambil menutup buku tersebut dan mengambil bukunya lalu berdiri dan berjalan menuju rak buku tadi untuk menaru kedua buku itu.

"ayo ikut aku" ajak Crala setelah menaru kedua buku tersebut di rak dan menarik Cedric keluar perpustakaan.

>~<

​Nicholas, Briant, dan Loris sedang menuju ke sebuah tempat terlihat sangat terburu buru. Bahkan karena mereka terburu buru Briant menabrak seorang gadis yang terkenal sangat malu terhadap orang sekitar dan jarang bergaul bahkan katanya tidak mempunyai teman.

"maaf" ucap lembut gadis itu dan tangannya memeluk sebuah buku sambil menundukkan kepalanya di depan Briant.

Brian hanya senyum tanpa menyahut ucapan gadis itu dan lanjut berjalan terburu buru bersama teman temannya.

Gadis itu mengangkat kepalanya dan menoleh memperhatikan Briant dan teman temannya yang terlihat terburu buru ke suatu tempat.

"kenapa kalian lama sekali?" tanya Silvia dengan nada bicara yang tinggi sambil mengerutkan keningnya.

"sabar" Leuni yang sedang berusaha menenangkan Silvia.

"kau ini makan aja terus ga pake berhenti" ucap Nicholas tiba tiba.

"cokelat Alvazor itu enak, jadi sayang kalo ga di habiskan" sahut Loris dan saat Loris ingin mengigit sekali lagi cokelat tersebut tiba tiba hilang di tangannya.

"AUFERO"

"aku menghilangkannya supaya kau berhenti makan" ucap Silvia sambil menyimpan tongkat sihirnya.

Di depan mata mereka ada sebuah portal yang akan membawa seseorang ke sebuah tempat. Sebuah tempat yang ingin kita kunjungi. Namun memiliki risiko. Berlokasi di lembah yang agak jauh dari Charbirline dan desa Avazora.

"kau menggunakan ini untuk pulang ke rumah?" tanya Briant ke Leuni sambil melihat kagum ke portal tersebut.

"iya, tapi banyak orang tidak mengetahui akan hal ini termasuk penduduk desa Avazora. Karena sebelum sampai di sini kita harus melewati hutan yang katanya berbahaya" jelas Leuni.

"dan sebelum masuk kita harus mengucapkan sebuah mantra" lanjutnya.

"apa mantranya?" tanya Silvia.

"nanti akan ku kasih tau mantranya apa saat kita benar benar ingin ke suatu tempat. Apabila aku menyebutkannya sekarang kita bisa ke suatu tempat tanpa rencana ingin pergi ke mana" jawab Leuni.

"maksudnya?" tanya Nicholas.

"maksud Leuni apabila kita tidak punya rencana ingin pergi ke mana maka portal ini akan mengirim kita ke suatu tempat yang tidak kita ketahui dan bisa saja kita akan tersesat. Pintu portal ini bisa saja berpindah pindah maka dari situ kita butuh kompas portal ini. Makanya ada peraturan seorang murid tidak boleh ke sini" jelas Loris ke pada Nicholas.

Cedric & Crala of School Charbirline [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang