Serahkan Saja

131 27 145
                                                  

Happy weekend, semoga malam Minggu kalian bermakna❤

Selamat membaca^^ dan semoga suka😘

Bening berdiri dan mengikuti langkah kaki Langit dari belakang menuju mushalla. Langit benar, untuk sekarang lebih baik ia pergi ke Mushalla terlebih dahulu sehingga jiwa, hati dan pikirannya Insyaallah tenang. Bening pergi untuk mengambil wudhu dan setelah itu Bening langsung memasuki mushalla dan memakai mukenanya.

Bening melaksanakan shalat Dhuha. Shalat Dhuha adalah shalat Sunnah untuk umat muslim, jika dikerjakan berpahala dan jika tidak ya gak apa-apa. Mungkin prinsip dulu mengatakan seperti itu, namun kalau sekarang jika dikerjakan berpahala dan jika tidak ya, kita yang akan rugi.

Bening melaksanakannya dengan khusyuk, setelah itu ia mengadahkan tangannya keatas dan mengadu kepada Allah SWT tentang selama ini dosa yang telah diperbuatnya.

"Ya Allah. yang maha pengasih lagi maha penyayang, ampunilah dosa-dosa hamba dan dosa kedua orang tua hamba dan berilah hambamu kesabaran untuk menghadapi masalah maupun cobaan yang menimpa hamba ya Allah..., Amiinn."

Kita hanya bisa berdo'a dan yakin kepada Allah dan juga berusaha yakin pada diri sendiri. Kita berharap hanya kepada Allah dan teruslah berusaha untuk apa yang ingin kita capai ataupun kita harapkan dan janganlah kita berharap kepada manusia. Karena yang dikatakan oleh fiersa Besari ...

Harapan itu seperti sayap, semakin tinggi kau dibawanya terbang makin sakit jika dia mendadak hilang- fiersa Besari.

ya, itu memang benar adanya. Kalian tahu kalau menginginkan segala sesuatu dengan berharap kepada orang lain itu sangat menyakitkan oleh karena itu usahalah sendiri dan berdo'a kepada-Nya agar kehidupan kita baik-baik saja.

Lanjut ke Bening yang baru saja selesai shalat dan meletakkan mukenanya ditempat yang sudah disediakan. Hari ini semua murid pulang cepat dikarenakan guru-guru pada rapat namun, bukannya senang malah semuanya langsung frustasi sebab pr yang diberi lebih banyak dibanding jika belajar disekolah.

Sungguh, terlalu.

Oke, sekarang kita keposisi Langit, ia sekarang lagi di teras mushalla, bukannya ikutan shalat Dhuha juga tetapi ia malah berleha-leha sembari main hp.

Langit memainkan salah satu game yang cukup terkenal, ber-aplikasi yang memunculkan alien berwarna coklat dan ada matanya juga mirip seperti kentang berbentuk segitiga. Makhluk dalam permainan itu mau makan, Langit juga yang repot, yaiyalah repot! Dia yang mau makan tetapi Langit harus beli dulu dan menyuapkannya dan lebih repotnya lagu dia membuang kotoran pun Langit yang bersihkan agar mendapatkan koin.

Kalian tahu Langit main game apa? Tentu saja game Pou.

Terlalu anak-anak emang, tapi Langit senang memainkannya apalagi mengurus makhluk bernama Pou itu dengan ikhlas hingga ia besar, banyak duit, dan bisa berganti-ganti warna.

Lagi asyiknya memandikan Pou, seketika dibenaknya terlintas akan sesuatu yang sangat harus dibicarakan kepada kedua sahabatnya karena ini menyangkut kehormatan, kepercayaan dan harga diri seorang perempuan.

Langit mengirim pesan kepada Galang tetapi hanya centang satu yang sepertinya hp Galang mati, lalu Langit mengirim pesan kepada Elang dan langsung bercentang dua berwarna biru yang artinya pesan Langit sudah dibaca.

Namun, tiba-tiba Elang malah mengalihkan menjadi panggilan Vidio, dengan berat hati Langit mengangkat panggilan tersebut. Terlihat Elang bersama Galang yang ada disampingnya.

Langit: ck, ngapa vc sih? Chat ajakan bisa!

Elang: gue kangen sama lo

BeningTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang