Bab 15

30.7K 818 52
                                    

Jangan lupa v&k.

Follow dulu sana!

Selamat membaca.

💐

Alexa mendesa kecewa. Entah sudah ke berapa kali ia menelfon dan mengirim sebuah SMS tapi tak ada respon dari cowok itu.

Jika Alexa tau Gilang tinggal di mana, tentu saja dia akan cepat-cepat ke sana.

Ponselnya bebunyi. Alexa sebentar terkejut lalu cepat-cepat membuka ponselnya.

Devano:
Lo di mana?

Alexa tak membalas. Ia kembali menelfon Gilang sekali lagi. Menunggu beberapa saat hingga panggilannya diterima membuat Alexa terkejut dan senang di waktu yang bersamaan.

"Hal—"

"Apa lagi, sih Alexa? Kamu ngapain nelfon-nelfon aku? Ganggu tau, nggak?"

"Kak Alexa minta maaf. Kasih aku kesempatan buat jelas—"

Ucapan Alexa terpotong ketika Gilang tertawa di sebrang sana. Ia meracau. Alexa mengernyit. Sepertinya Gilang mabuk. Karena cowok itu terdengar selalu tertawa di sela-sela ucapannya.

"Kamu itu cewek murahan! Hahaha dan bodohnya aku setia sama kamu. Nggak tau diri kamu Alexa!"

Alexa kembali menangis.

"Kak Gilang tolong dengerin aku dulu Kak," mohon Alexa lirih.

"Gak ada lagi yang perlu dijelaskan. Semuanya udah jelas tepat di depan mata aku. Jangan pernah hubungi aku lagi!"

"Kak—"

Tut. Tut. Tut.

Alexa menatap layar ponselnya. Sambungan telfon sudah terputus. Ia kembali melakukan panggilan tapi ponsel Gilang sudah sibuk.

Alexa bingung. Di mana Gilang sekarang. Pasti lelaki itu sedang tidak baik-baik saja.

Ini sudah malam, sudah tengah malam. Damar sudah pulang, dan Alexa tidak berani keluar rumah lagi.

Alexa rasanya ingin menghilang dari bumi. Kepalanya sakit bukan main saat ini karena sedari tadi dia menangis.

Prang.

Suara sesuatu yang pecah menghancurkan lamunan Alexa. Dia dengan cepat turun dari kasurnya dan berlari turun ke bawah.

Belum sempat menginjak tangga terakhir Alexa tiba-tiba berhenti lalu menutup mulutnya kaget.

Di sana, di sofa ayahnya sedang melakukan hubungan tubuh dengan seorang wanita berambut pendek itu.

"Ahh Pak pelan ahh... "

Nafas Alexa tercekat. Ia bahkan hampir terjatuh jika tak langsung menahan diri dengan memegang penyangga tangga. Alexa terduduk tak sanggup lagi menahan dirinya.

Hatinya bagaikan terhantam batu besar. Ternyata benar, Damar selingkuh. Pria itu bahkan berani melakukan hal seperti itu di rumah. Bahkan di ruang tamu seperti tidak takut bahwa dia akan melihat.

DEVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang