Bab 14

35.3K 813 168
                                    

Jangan lupa v&k.
Yang sider up dah ya.
Follow jg akun wp gua biar tau kapan up.

Sumpah dah ini banyak bgt yang sider. Padahal lo tinggal klik bintang doang kan.

Vote dri lo sangat berharga bagi gua.

💐

Alexa berdiri di depan sekolah. Sudah 10 menit ia berdiam diri di sini tak kunjung ada angkot yang lewat.

Alexa tersentak ketika ada yang menarik tangannya. Alexa menarik tangannya kuat hingga cengkalan orang itu terlepas.

"Lo apa-apain sih? Kenapa main narik tangan gua?"

Devano menghela nafas. "Gua anterin pulang,"

"Gak perlu, gua nunggu angkot aja—"

"Ikut gua." Devano kembali menarik paksa tangan Alexa.

Walau sudah memberontak, Alexa tetap tak bisa melawan Devano. Hingga akhirnya dia pasrah berasama Devano.

***

"Makasih!" ketus Alexa.

Devano turun dari motornya setelah melepas helmnya. Ia mengikuti Alexa memasuki rumah.

"Ngapain lo ngekorin gua?"

"Idih, gak tau terimakasih banget lo udah gua anterin," balas Devano sewot.

"Gua gak minta lo ya,"

"Yaudah tawarin gua minum apa kek,"

Alexa memutar bola matanya malas lalu kembali melangkah memasuki rumah dengan Devano mengekorinya.

"Lo duduk. Tunggu biar gua buatin minum," ujar Alexa lalu melangkah ke dapur.

Devano menurut. Ia duduk di sofa merah maroon itu. Devano menunduk melepas sepatunya karena merasa panas. Seragamnya pun ikut ia buka menyisakan kaos putih polos yang pas di tubuh cowok itu.

Alexa datang dengan segelas jus. Gadis itu meletakkan gelas itu di atas meja. Ia hendak pergi tapi tangannya ditarik oleh Devano hingga terduduk di samping cowok itu.

"Apasih! Lepas gua mau ganti baju," ujar Alexa.

"Mau gua gantiin nggak?" goda Devano sembari menarik turunkan alisnya.

Alexa sontak memukul kepala Devano cukup keras membuat cowok itu memekik dan langsung mengelus kepalanya.

"Kasar banget sih lo jadi cewek," tukas Devano kesal.

"Siapa suruh mesum!"

Devano menarik pinggang Alexa tiba-tiba membuat Alexa melotot kaget karena jarak wajahnya dengan Devano sangat dekat.

Alexa semakin melotot ketika Devano tiba-tiba mengecup bibirnya singkat.

"Lo—"

"Kasih gua kesempatan terakhir buat bermain sama lo. Setelah itu, gua gak bakal ganggu lo lagi," ujar Devano menatap Alexa dalam.

DEVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang