24. Rindu atau benci, itu beda tipis

9.4K 1.9K 2.4K
                                                  


MINTA DOANYA YA GUYS SEMOGA AKU LULUS SNMPTN ✨

Komen di setiap paragrafnya ya guys!

Asal Kau Bahagia - Hanin Dhiya (Cover)

Bukan melepaskan, hanya melupakan bagian yang jelas tidak aku miliki.

***

Pagi ini kelas IPA 1 tampak kelelahan, pada siang bolong seperti ini mereka harus memulai pelajaran olahraga. Berlari di lapangan yang teriknya mampu mengeluarkan keringat.

Kesal rasanya karena ada pemindahan jam olahraga, alhasil mereka semua menjadi tidak semangat karena energinya sudah terkuras oleh panasnya matahari.

"Istirahat sebentar, lalu kembali jogging!" teriak guru olahraga.

Sambil duduk di tepi lapangan Gaisa mendumel. "Jogging apaan, buta kali tuh guru!"

Samuel, Ringgo, Caca, Gaisa duduk berderetan. Sedangkan Anara dan Galang duduk di seberang mereka berempat. "Kulit gue kebakar gila tuh guru!" dumel Gaisa, sepertinya dia kesal sekali pada guru itu.

"Lo kalo gak mau panas diem di kelas," ujar Galang, kesal karena Gaisa ribet sendiri. Anara-nya saja tidak ribet seperti Gaisa.

"Sewot aja lu!"

Tak mengindahkan perkataan Gaisa lagi, Galang melakukan pergerakan dengan mengelap keringat kecil yang ada di pelipis Anara, serta membukakan botol minum untuk gadis itu.

"Aku bisa sendiri padahal," kata Anara sembari menerima botol minum itu.

Galang mengelus rambut Anara yang terikat satu. "Aku gak mau kamu cape, biar aku aja."

"Hot, hot, hot, OMG iri gue!" rusuh Ringgo sambil mengibaskan tangannya seperti orang kegerahan.

"No have ahlak lo, Lang. Bisa-bisanya lo uwu di depan jomlo macam gue, Samu, Gaisa, sama Ca—eh enggak ya Caca," kata Ringgo, lalu lirikan matanya menatap Caca yang tampak melamun, tatapannya melihat Galang dan Anara. Ringgo ingin so tau saja, pasti gadis itu sedang membayangkan Jay.

Melihat Caca yang sedari tadi diam, akhirnya Gaisa menyenggolnya dengan sikut. "Diem aja, minum dulu biar gak mabok!"

Caca tersenyum seakan menghargai lelucon Gaisa, lalu menerima minuman itu. "Thanks."

"WOI DI CARIIN TERNYATA DI SINI!" teriak seorang lelaki yang sedang berjalan menuju arah mereka, semua mata tertuju pada lelaki itu dan satu teman di belakangnya.

"Lelah nih gue di hukum," ujar Zigo, yang tanpa sopannya langsung merebut air minum yang akan Samuel teguk, dengan sabar Samuel mengihklaskannya.

Gaisa menatap Zigo kesal, ingin rasanya dia menyembur Zigo dengan air got. Samuel sedang kehausan, tapi tidak sopannya dia merebut tanpa meminta.

"Samu, punya gue aja." Gaisa memberikan airnya pada Samuel.

Lelaki itu menerimanya. "Thanks, Sa."

"Alah, jadian kenapa. Cape gue liat tingkah lo berdua, pacaran kagak tapi perhatian mulu," kompor Aji, Ringgo, Galang, dan Zigo pun mengamininya.

JayesaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang