11•Perpustakaan

39 16 8
                                    

Bismillahirrahmanirrahim 💖

Selamat membaca🌥️

  Perbaiki sholat mu,maka Allah perbaiki hidup mu
-Adam

Selepas kejadian mereka makan di kantin dan satu meja anak BlackRaven banyak mata melirik sinis mereka— Kakak kelas.

"Gue berasa artis di tatap mulu daritadi" Ujar Cindy berbisik

"Nyawa kita lepas ini terancam kayanya" Ines menakut nakuti,

"Lo liat kaga tatapan kakak kelas tadi mau makan orang anjir" Sambung nya mergidik ngeri membayangkan ekspresi yang di tunjukan cewe yang duduk di samping Malik saat di kantin.

"Tenang aja, kan Kak Candra yang nawarin tadi" ujar Ajijah

"Tadi aku mau cerita udah dapat kerjaan eh tapi waktu nya gak tepat" Nata terkekeh mengingat ia ingin bercerita pada sahabat-sahabat nya.

"Lah iya gue juga lupa Nat hehe" sahut Cindy,

"Yah gimana mau masuk kelas nih, gimana join aja kita di cafe dekat sekolah?" Ujar Ines

"Pulang sekolah aku langsung kerja Nes, terus pulang jam setengah sepuluh" Nata menjawab.

"Minggu free gak Nat?" Tanya Akikah

"Minggu libur aku bisa kayanya" Cindy,Ines dan Ajijah bertos ria-
"Yes akhirnya Nata bisa kita ajak main"

"Besok lagian waktu istirahat juga bisa aku cerita" Nata menggeleng kepala melihat tingkah mereka.

"Bener juga ya, Gak papa yang penting lo Minggu mau kita ajak main." Ines berteriak dan menarik tangan Ajijah agar masuk kelas X-Ipa, Padahal kelas udah sebelahan masih aja teriak-teriak.

***

Malik dan curut-curut nya langsung ke Rooftop saat bunyi bel tanda istirahat berakhir. Bolos,bolos dan bolos.

Kali ini Adam ikut membolos karna guru yang mengajar saat ini sering menyindir diri nya. Seperti ini kata-kata "Tumben Adam masuk gak ngikut kawan-kawan nya aja?" Tanya Guru itu menjengkelkan pikir Adam.

"Kata bang Arfan dia mau keluar satu bulan lagi, tapi mau tobat kayanya" Ujar Candra membaca pesan di grup semua anggota Blackraven.

Malik mengangguk, "Suka sama orang beda keyakinan dosa gak?" tanya Mores tiba-tiba,

"Suka doang gak dosa" Balas Zidan mata tetap fokus pada game nya.

"Manusia wajar punya rasa sama lawan jenis" ujar Adam sambil mengisi Vape nya dengan liquid.

"Yang kagak wajar sesama jenis hahaha" Mores tertawa nyaring.

Candra mengarahkan ponsel nya ke depan muka Mores, "Nih cewe Res, dia juga sama keyakinan jadi aman buat pacaran"

"Tapi gue gak suka sama dia, semoga rasa ini hilang" Mores berucap sambil mengusap pelan dada nya.

"Sadboy ha ha ha" Zidan tertawa mengejek.

"Can sablon baju malam ntar ambil" Adam berkata sambil mengisap Vape nya dan keluar asap membentuk sesuai keinginan nya.

"Oke sekalian gue ajak Cintya mau jalan"

"Cintya anak mana Can?" tanya Zidan membuat Handphone nya kedalam saku celana—selesai bermain game.

"Baru kenal, sore ini mau ketemuan" Candra mengambil sebatang rokok di dalam kantong dan mengapit di kedua jari nya.

Mereka berlima tidak lupa bahwa masih berada di area sekolah tapi tetap berani merokok.
Tidak sadar di balik pintu, seseorang memvideokan aktifitas mereka ngudud.

MARET (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang