Bab 13

34.4K 641 3
                                    

Yang suka sider mundur dulu.

💐

Alexa mengipasi wajahnya dengan tangan. Panas sekali hari ini.

"Alexa!"

Merasa dipanggil, Alexa menoleh ke sumber suara. Ia berdiri dari duduknya lalu berlari kecil menghampiri bu Ani.

"Ada apa Bu?" tanya Alexa.

"Kamu ada urusan sekarang? Maksud ibu ada tugas nggak?" tanya bu Ani.

"Sekarang lagi istirahat Bu, abis pemanasan,"

"Ibu minta tolong boleh?"

Alexa mengangguk. "Boleh Bu,"

"Kamu tolong ambilkan mikroskop di lab 2. Ambil satu aja ya,"

"Oh iya Bu,"

"Makasih ya Alexa," Alexa mengangguk sebagai jawaban dan langsung melenggang pergi menuju lab.

Alexa melewati lab satu. Tampak ramai. Sepertinya tak ada guru di sana. Alexa kembali berjalan. Ia mendongak ke atas ketika mendapati sebuah ruangan. Alexa tersenyum lalu membuka pintu dan masuk ke dalam lab.

"Di mana ya? Mana gua gak pernah ke sini lagi," gumam Alexa menyusuri ruangan lab yang lumayan besar ini. Ruangan ini jauh lebih besar daripada ruangan kelasnya. Ada juga beberapa lemari yang berjejer seperti perpustakaan.

Alexa berjalan ke bagian paling ujung. Di sana ada meja panjang dengan mikroskop yang disusun rapi.

BRAK!

Alexa yang baru saja menyentuh mikroskop itu terlonjak kaget. Ia menoleh ke belakang dengan cepat. Alexa berjalan pelan-pelan dan mengintip dari balik lemari bak seperti pencuri.

"Lah, gua ngapain ke maling gini?" tanya Alexa pada dirinya sendiri.

Alexa kembali mengambil benda yang harus ia ambil lalu berjalan menuju pintu keluar.

"Alexa!"

Kaki Alexa berhenti melangkah. Seketika ia membeku. Dia kenal betul dengan suara itu.

Alexa memejamkan matanya lalu kembali melangkahkan kakinya mencoba untuk mengabaikan suara itu.

Tiba-tiba seseorang berlari dan bersender di pintu membuat Alexa melotot kaget.

"Devano,"

"Mau kabur kemana hm?" Devano tersenyum miring. Tangannya menyelinap ke belakang dan mengunci pintu lalu memasukan kuncinya ke dalam saku.

"Lo-lo mau ngapain?" tanya Alexa was-was ketika Devano mulai berjalan mendekatinya.

"Mau main bareng lo aja bentar," ujar Devano.

"Ja-jangan macem-macem lo." Alexa menoleh ke langit-langit ruangan ini. Alexa mengumpat dalam hati ketika tak menemukan CCTV satu pun.

"Devano plis gua ada urusan. Nanti Bu Ani marah sama gua," ujar Alexa memohon. Alih-alih takut dimarahi oleh bu Ani, Alexa juga takut jika Devano akan kembali melakukan hal keji kepadanya.

DEVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang