Prolog

277 170 36
                                    

"aku ingin bermain bersamanya Yah"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"aku ingin bermain bersamanya Yah"

"kenapa Ayah tidak memperbolehkan kami main bersama? Kami ini saudara!!"

"ayo kita ambil tongkat sihir ayah secara diam diam"

"Aurelius"

"ku mohon jangan sihir dia"

"Relivantor"

"TIDAK!!!"

Seorang anak yang sedang tidur mendapatkan mimpi yang buruk setiap harinya.

"AAARRGGHHH!! Kenapa harus mimpi itu lagi sih? Aurelius? Relivantor? Tongkat Sihir? AARRGGHH!! Dan siapa laki laki yang selalu datang di mimpiku" ucap seorang anak perempuan yang frustrasi karena mimpinya. Namanya Crala Aoifel. Ia tinggal bersama orang tuanya dan seorang kakak laki laki bernama Alexander Aoifel di sebuah kota kecil. Nama Ayahnya Melvan Aoifel sedangkan Ibunya Avora Glixsar.

Semenjak umurnya 13 tahun orang tuanya menghilang entah kemana dan sekarang Crala tinggal bersama abangnya Alexander.

Dulu semenjak ada orang tuanya Crala sering kali dijadikan babu oleh orang tuanya. Crala juga tidak pernah bertemu dengan keluarga lain selain orang tua dan kakak laki lakinya. Walau setiap ada pertemuan keluarga entah kenapa Crala selalu di kurung di gudang supaya tidak keluar atau bertemu dengan keluarga besarnya.

Tapi sekarang semenjak orang tuanya menghilang dia bisa hidup tenang tanpa dijadikan babu di rumahnya.

Alexander sangat menyayangi Crala, setiap kali Crala dijadikan babu oleh orang tuanya Alexander akan secara diam diam membantu pekerjaan Crala. Apabila Alexander ketahuan maka ia akan dihukum oleh orang tuanya.

Crek.
Suara pintu terbuka.

"Crala, kamu kenapa teriak tadi?" tanya Alexander dengan raut wajah yang khawatir.

"tidak, aku hanya kaget tadi ada hewan yang mengganggu tidurku" alasan Crala. Jujur saja sebenarnya Alexander mengetahui apa yang terjadi pada adik perempuannya.

"kamu berbohong!!" ucap Alexander secara tegas membuat Crala terkejut.

"kamu bermimpi lagi kan? Ayo ceritakan ada apa di mimpimu" sambung Alexander.

"Aurelius, Relivantor, dan Tongkat Sihir" jawab Crala.

"Kak, aku pernah melihat sebuah cahaya ungu di sebuah ruangan di mana di situ ada Ibu dan Ayah. Cahaya ungu itu sama persis di mimpiku pada saat seseorang mengatakan Relivantor pada lawannya dan lawannya tidak sadarkan diri atau sudah mati. Relivantor itu sihir ya Kak? Bagaimana bisa aku memimpikan seseorang bermain Sihir sedangkan aku ini seorang muggle dan aku tidak percaya bahwa Sihir itu ada" jelas Crala. Mendengar penjelasan dari Crala, Alexander merasa terkejut dan kaget.

"ikut kakak sekarang" ajak Alexander lalu menarik Crala ke sebuah ruangan.

"ruangan apa ini?" tanya Crala sambil melihat sekeliling.

Cedric & Crala of School Charbirline [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang